Lima Perusahaan Paling Inovatif Menurut The Fast Company

Oleh Cahyu pada 01 Mar 2019, 17:41 WIB
Ilustrasi Startup, Perusahaan Teknologi, Cloud, Komputasi Awan

Liputan6.com, Jakarta The Fast Company baru saja mengeluarkan daftar 50 perusahaan paling inovatif tahun 2019. The Fast Company sendiri merupakan sebuah media bisnis Amerika Serikat yang fokus pada teknologi, bisnis, dan desain.

Setiap tahunnya, The Fast Company mengeluarkan daftar perusahaan-perusahaan yang dianggap memiliki dampak besar terhadap dunia industri dan budaya. Perusahaan yang masuk ke daftar ini berasal dari berbagai bidang, mulai dari periklanan, transportasi, hingga perawatan tubuh.

Berikut adalah lima perusahaan yang menduduki peringkat lima teratas.

1. Meituan Dianping

Meituan Dianping merupakan platform teknologi asal China yang menyediakan layanan pembelian dan delivery makanan serta tiket bioskop, juga booking hotel. Dilansir dari fastcompany.com, pada enam bulan pertama 2018, platform ini telah melayani 27,7 miliar transaksi senilai 33,8 miliar dollar AS. Pelanggannya sebanyak 350 juta orang di 2.800 kota. Rata-rata konsumen menggunakan aplikasi ini tiga kali per minggu.

2. Grab

Peringkat kedua diduduki oleh online-to-offline (O2O) mobile platform asal Asia Tenggara, Grab. Sejak mengakuisisi Uber pada 2018, aplikasi Grab semakin berkembang dan menyediakan lebih banyak layanan. Lewat Grab, 130 juta orang penggunanya tak hanya bisa memesan jasa transportasi dan pengantaran makanan, tetapi juga layanan finansial dan lainnya. Perusahaan ini juga menduduk peringkat pertama di kategori transportasi.

Perkembangan tersebut berhasil membawa Grab ke tingkat decacorn dengan valuasi sebesar 11 miliar dolar AS atau Rp 155 triliun. Grab sebagai Super App terkemuka di Asia Tenggara, menawarkan solusi sehari-hari dengan layanan transportasi, pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile, dan hiburan digital. Dengan filosofi platform terbuka, Grab menyatukan para mitra untuk membuat hidup lebih baik bagi semua pengguna di Asia Tenggara.

3. NBA

Dari bidang olahraga, ada NBA yang menduduki peringkat ke-tiga. Tahun lalu, layanan streaming-nya berhasil meningkatkan jumlah subscriber hingga 64 persen dan total revenue 25 persen. Pencapaian ini berkat kemunculan NBA 2K League, e-sports pertama yang merupakan adaptasi dari pertandingan olahraga profesional. E-sports yang tayang di Twitch ini terdiri dari 21 tim dan permainan.

4. The Walt Disney Company

Perusahaan yang bergerak di bidang animasi ini tetap tak tertandingi dalam hal video streaming. Pasalnya, Disney selalu menayangkan video ciptaan mereka sendiri. Berbeda dengan platform lain yang menayangkan film atau serial dari studio lain dengan lisensi.

"Kami akan menampilkan layanan yang lebih baik daripada perusahaan lain. Kami mengenal brand kami secara naluriah," ujar Direct to Consumer Chief Disney, Kevin Mayer.

5. Stitch Fix

Stitch Fix merupakan sebuah e-commerce fesyen. Namun tak hanya menjual pakaian, tetapi situs web ini juga bisa menjadi stylish pribadi konsumen. Menariknya, Stitch Fix melakukan hal itu tanpa bertemu dengan klien dan mengukurnya secara langsung. Perusahaan ini menggunakan algoritma dan kurasi manusia. Hal ini menjadikannya berbeda dengan e-commerce fesyen lainnya.

Selain kelima perusahaan tersebut, lima perusahaan lain yang masuk dalam 10 besar ialah Sweetgreen, Apeel Sciences, Square, Oatly, dan Twitch.

 

 

(Adv)