Ini yang Terjadi Pada Tubuh Manusia Jika Meninggal di Luar Angkasa

Oleh Liputan6.com pada 08 Feb 2019, 07:00 WIB
Ilustrasi astronot

Liputan6.com, Jakarta - Antariksa menjadi salah satu harapan untuk hidup di masa depan, karena berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kini sedang menuju ke ruang angkasa.

Terlebih lagi, kini Elon Musk ingin mengembangkan perjalanan luar angkasa untuk tujuan rekreasi dan eksplorasi sipil akan makin tinggi arahnya ke sana.

Paling lambat pada 2040, manusia pasti sudah mengeksplorasi Mars.

Namun pertanyaannya adalah, bagaimana kondisi tubuh jika kita meninggal di luar angkasa?

Menurut catatan NASA yang dikutip PopSci, hanya ada 18 orang yang pernah meninggal di luar angkasa. Meski demikian, angka tersebut cukup tinggi mengingat hanya sedikit orang yang pernah menjejak di antariksa.

Menjawab pertanyaan ini, Chris Hadfield, mantan komandan ISS berkata, potensi paling berbahaya adalah ketika spacewalk, atau berjalan di luar pesawat, dan hal ini lazim dilakukan. Sedikit kesalahan dalam prosedur, nyawa adalah taruhannya.

Bahkan dengan prosedur yang sudah benar, satu meteorit kecil dapat menyobek pakaian luar angkasa astronot yang menyediakan oksigen dan perlindungan dari suhu ekstrem.

2 of 3

Risiko Kematian

Ilustrasi Astronot Kembar (iStockphoto)
Semula astronot Scoot dan Mark Adalah Saudara Kembar. Namun, Status Kembar Langsung Hilang Begitu Scoot Turun ke Bumi. Mereka pun Tidak Lagi Jadi Anak Kembar (iStock)

Jika terpapar, dalam 10 detik saja air di kulit serta darah kita akan menguap.

Sebagai gantinya, tubuh akan terisi dengan nitrogen yang ketika larut di kulit akan membuentuk gelembung yang segera akan meledakkan kita.

Dalam 15 detik, kesadaran kita sudah hilang dan dalam 30 detik saja paru-paru sudah tak berfungsi dan badan lumpuh.

Jauh sebelum itu, tubuh kita sudah menjadi jasad karena sesak napas dan dekompresi, seraya tubuh membeku karena panas tubuh hilang di hampa udara.

3 of 3

Penanganan Jasad di Luar Angkasa

Ilustrasi astronot mendarat dan bersiap menambang asteroid
Ilustrasi astronot mendarat dan bersiap menambang asteroid (NASA)

NASA sendiri disebut tak memiliki kebijakan soal mayat di antariksa.

Namun, Hadfield mengungkap bahwa pelatihan ISS memberi sedikit gambaran untuk menangangi mayat luar angkasa.

Ketika tubuh kita meninggal di luar angkasa, tubuh akan ditangani secara biohazard, sehingga jasad akan dipakaikan pakaian bertekanan dan disimpan di tempat yang dingin hingga kembali ke Bumi.

Reporter: Indra Cahya

Sumber: Merdeka.com

(Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓