Drone JD.com Resmi Mengangkasa Pertama Kali di Indonesia

Oleh Yuslianson pada 23 Jan 2019, 10:30 WIB
Drone JD.com

Liputan6.com, Jakarta - JD.com, retailer terbesar di Tiongkok baru saja mengumumkan sukses melakukan uji coba mengirim barang menggunakan drone di Indonesia.

Terobosan ini tentunya bakal membuka pintu bagi pelaku industri komersial menggunakan drone untuk mengirim barang di masa depan, baik di wilayah Indonesia ataupun kawasan Asia Tenggara.

Uji coba terbang drone itu turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang diwakili oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) dan Direktorat Navigasi Penerbangan (DNP), TNI AU, dan Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia.

Adapun penerbangan uji coba tersebut berlangsung pada 8 Januari 2019 lalu, di kawasan Jawa Barat, Indonesia, dengan rute terbang drone dari Desa Jagabita, Parung Panjang, Bogor ke Sekolah Dasar MIS Nurul Falah Leles.

Pada penerbangan perdananya, drone itu bertujuan mengirimkan tas ransel dan buku-buku kepada para siswa, yang merupakan sebagian dari donasi peralatan sekolah dari JD.com ke sekolah tersebut.

“Kami sangat bangga dan senang JD.ID bisa menjadi bagian dari peristiwa bersejarah di Indonesia dengan uji terbang drone pertama kalinya oleh sebuah perusahaan swasta." tulis CEO JD.ID, Zhang Li, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Rabu (23/1/2019).

 

2 of 2

Diumumkan Saat Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) 2019

Drone milik JD.com sedang melakukan uji coba pengiriman barang. (Doc: JD.ID)

Pada pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) 2019, Kepala Drones and Tomorrow’s Airspace, Timothy Reuter mengatakan, uji coba terbang ini menjadi lambang operasi pengiriman drone pertama yang disetujui pemerintah dalam sejarah Indonesia.

“Berbagai uji coba terbang drone ini adalah peluang bagi Indonesia untuk menjadi pemimpin di kawasan Asia Tenggara dengan memanfaatkan pengiriman drone untuk meningkatkan akses ke peralatan medis, kemanusiaan, dan produk-produk komersil yang penting di daerah terpencil” jelas Timothy.

(Ysl/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :

Lanjutkan Membaca ↓