Palapa Ring Tengah Diharapkan Dongkrak Sektor Pariwisata Sulut

Oleh Andina Librianty pada 19 Jan 2019, 18:00 WIB
Menkominfo

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, berharap kehadiran jaringan internet yang memanfaatkan Palapa Ring Tengah dapat membantu pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Ia pun memiliki harapan besar, hal ini dapat membuka peluang pertumbuhan di bidang pariwisata.

"Ini (Palapa Ring Tengah) peluangnya sangat besar untuk pertumbuhan ekonomi, khususnya di bidang pariwisata. Jaringan Palapa Ring ini akan sangat bermanfaat sekali untuk Sulawesi Utara," ungkap Olly dalam acara pengujian Palapa Ring Tengah di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Jumat (18/1/2019).

Kehadiran internet, termasuk aksesnya yang semakin cepat, akan membantu masyarakat setempat untuk menumbuhkan perekonomian mereka. Selain itu, kata Olly, juga dapat menarik perhatian investor untuk membantu mengembangan wilayah tersebut.

"Dengan adanya jaringan Palapa Ring ini, seluruh wilayah Sulut bisa memasarkan produk-produk wilayah secara langsung, serta investasi dari luar juga bisa masuk dengan adanya akses internet," tutur Olly.

Palapa Ring Tengah saat ini sudah mulai beroperasi. Sejauh ini, operator telekomunikasi yang sudah memanfaatkan layanan ini adalah PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom Indonesia) dan Lintasarta.

Operator lain yang dilaporkan tertarik adalah PT. Indonesia Comnet Plus (Icon+). Namun, saat ini belum diketahui tentang waktu pengoperasian layanan Icon+ menggunakan Palapa Ring Tengah.

2 of 2

Proyek Palapa Ring

Menkominfo
Menkominfo, Rudiantara, di depan Terminal Station Palapa Ring Tengah di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Liputan6.com/Andina Librianty

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan jaringan serat optik, yang bertujuan menghadirkan akses internet di seluruh wilayah Indonesia. Proyek pembangunannya diprediksi rampung pada pertengahan tahun ini, begitu Palapa Ring Timur selesai. Saat ini, pembangunan Palapa Ring Timur baru mencapai 89,57 persen.

Palapa Ring Tengah sendiri dibangun melintasi Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara, yang terdiri atas kabel darat sepanjang 1.326,22 km dan 1.787,06 km kabel laut. Proyek ini memungkinkan akses kecepatan internet 4G sampai dengan 30 Mbps.

Titik lokasi yang dilalui Palapa Ring Tengah merupakan jalur bebas gempa. Paket ini dikerjakan PT LEN Telekomunikasi Indonesia, yang memulai kontrak pada 4 Maret 2016.

Sebelum Palapa Ring Tengah, paket Barat lebih dahulu selesai dibangun. Pembangunan proyek Palapa Ring Barat dikerjakan oleh PT Palapa Ring Barat, yang memulai kontrak pada 29 Februari 2016.

Sementara itu, pembangunan paket Timur dikerjakan oleh PT Palapa Timur Telematika, yang memulai kontrak pada 29 September 2016.

Pembangunan Palapa Ring dilakukan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP). Setelah pembangunan Palapa Ring rampung , Indonesia dijamin akan merdeka sinyal pada 2020 alias seluruh wilayah mendapatkan akses sinyal telekomunikasi.

(Din/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓