Pemenang Tender Satelit Multifungsi Diumumkan Akhir Kuartal I 2019

Oleh Andina Librianty pada 19 Jan 2019, 13:00 WIB
Diperbarui 19 Jan 2019, 13:00 WIB
Menkominfo

Liputan6.com, Tahuna - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan bahwa pemenang tender proyek satelit multifungsi akan diumumkan pada akhir kuartal I 2019.

Setelahnya akan dilakukan tandatangan kontrak sebelum pembangunan satelit dimulai. Pemenang tender akan membangun, meluncurkan, dan mengoperasikan satelit.

"High throughput satellite akan diumumkan pemenang tendernya pada akhir kuartal pertama ini, setelah itu langsung tanda tangan kontrak. Financial closing-nya kita harapkan paling lama dalam waktu enam bulan," ungkap Rudiantara saat ditemui di Terminal Station Palapa Ring Tengah di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Jumat (18/1/2019).

Pembangunan satelit multifungsi ini diperkirakan akan memakan waktu paling lama tiga tahun. Oleh sebab itu, ia memperkirakan satelit tersebut akan sudah ada di orbit pada akhir 2022.

"Membangun satelit itu kurang 26 bulan, termasuk dengan desain mungkin paling lama 3 tahun. Jadi akhir 2022 harus sudah ada di slot orbit," tuturnya.

Tujuan utama proyek ini yaitu menghubungkan sekolah, Puskesmas dan kantor desa atau kelurahan di seluruh Indonesia dengan jaringan internet.

Kemkominfo menilai saat ini terdapat 150 ribu fasilitas umum, termasuk sekolah, kantor pemerintah, kantor administrasi polisi dan militer, serta rumah sakit dan puskesmas, yang memerlukan konektivitas internet.

2 dari 2 halaman

Perkuat Infrastruktur Telekomunikasi

Menkominfo
Menkominfo, Rudiantara, di depan Terminal Station Palapa Ring Tengah di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Liputan6.com/Andina Librianty

Kehadiran satelit ini akan kian menguatkan infrastruktur telekomunikasi. Terlebih lagi, pembangunan serta optik proyek Palapa Ring untuk memberikan akses internet di seluruh wilayah Indonesia, akan rampung pada pertengahan tahun ini.

Sebelum satelit multifungsi mengorbit, pemerintah untuk sementara akan menyewa satelit lain.

"Kita harus sewa dulu punya yang lain agar cepat karena Puskemas, sekolah, dan lainnya tidak bisa menunggu. Setelah sewa, nanti tinggal dialihkan saja antenanya, di-repointing," tutur Rudiantara.

Pembangunan satelit multifungsi ini akan memakan biaya yang jauh lebih besar daripada Palapa Ring. Sama dengan Palapa Ring, proyek ini juga menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan masa konsesi 15 tahun.

Skema pengembalian investasi berasal dari pembayaran ketersediaan layanan (availability payment), dan diberikan penjaminan pemerintah (government guarantee).

"Kurang lebih harga satelitnya sekarang US$ 600-US$700 juta. Namun karena kita beroperasi 15 tahun ada avaibility payment yang harus disediakan, jadi tentunya nilainya akan lebih besar daripada Palapa Ring," jelas Rudiantara.

(Din/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓