Google Hapus Aplikasi yang Kumpulkan SMS dan Riwayat Panggilan

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 15 Jan 2019, 13:00 WIB
Diperbarui 15 Jan 2019, 14:17 WIB
[Bintang] Ilustrasi ponsel

Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi yang meminta izin ke pengguna untuk mengakses SMS dan riwayat panggilan memang meresahkan.

Pasalnya, data pengguna jadi bisa diakses oleh pihak lain, dalam hal ini adalah pengembang aplikasi yang bersangkutan.

Namun, pada tahun lalu Google mengumumkan pihaknya akan mengubah kebijakan terkait dengan sejumlah aplikasi yang dipublikasikan di Play Store.

Perusahaan yang berbasis di Mountain View, California, AS ini mulai mengambil langkah serius pada pengembang aplikasi yang meminta akses ke SMS dan riwayat panggilan.

Salah satunya, Google tak akan lagi mengizinkan ada aplikasi yang meminta akses ke SMS atau riwayat panggilan untuk di Google Play Store.

Mengutip laman Phone Arena, Selasa (15/1/2019), Google mengumumkan akan mulai menghapus semua aplikasi yang meminta akses SMS atau riwayat panggilan beberapa minggu ke depan.

Perusahaan menyatakan, aplikasi milik para pengembang yang tidak menyertakan formulir deklarasi izin akan dihapus dari Google Play Store.

Jika Google menghapusnya, pengembang akan memiliki dua opsi. Pertama, mereka harus mengirimkan versi baru aplikasi yang tidak meminta izin SMS.

2 dari 3 halaman

Opsi Kedua

Hati-Hati, Sering Typo Saat Chatting Bisa Jadi Pertanda Penyakit Ini
Ilustrasi menggunakan smartphone (pixabay.com)

Opsi kedua, jika aplikasi tersebut memang meminta izin SMS dan riwayat panggilan, pengembang harus menyertakan formulir deklarasi khusus.

Kendati begitu, Google hanya memberi waktu hingga 9 Maret, saat itu perusahaan akan menentukan apakah mereka akan menghapus izin tersebut atau memberikan persetujuan kepada pengembang aplikasi.

3 dari 3 halaman

Hindari Ada Pengembang Aplikasi Nakal

WhatsApp
Ilustrasi WhatsApp (iStockPhoto)

Sekadar informasi, langkah Google ini dilakukan untuk menghilangkan kasus-kasus aplikasi meminta izin SMS dan riwayat panggilan, padahal mereka sebenarnya tidak memerlukan akses hingga tingkat ini.

Dengan berlakunya kebijakan baru Google ini, akses pengembang kepada SMS dan riwayat panggilan pengguna tentu akan sangat terbatas.

Pengguna pun bisa memiliki kontrol lebih atas aplikasi yang mereka unduh, ingin memberikan akses ke data-data mereka atau tidak, semuanya ada di tangan pengguna.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓