Robot Gemas Ini Dirancang untuk Menyayangi Manusia

Oleh Jeko I. R. pada 20 Des 2018, 08:00 WIB
Diperbarui 20 Des 2018, 08:00 WIB
Robot

Liputan6.com, Tokyo - Robot kini bukan lagi dianggap sebagai ‘barang’ asing. Kehadiran mereka (khususnya robot humanoid), bahkan sudah mulai dimanfaatkan untuk membantu kehidupan manusia.

Sebuah startup asal Jepang, GROOVE X, turut serta mengembangkan robot lucu yang fungsinya diklaim dapat memenuhi kebutuhan manusia, terlebih dalam hal perasaan. Robot berupa boneka gemas itu, mereka namai Lovot.

Dilansir Business Insider, Kamis (20/12/2018), startup yang didirikan oleh mantan karyawan SoftBank Robotics ini mengungkap, nama Lovot merupakan singkatan dari “love” dan “robot”. 

“Robot ini kami ciptakan bukan untuk mengerjakan tugas rumah, tetapi justru untuk meningkatkan kenyamanan dan perasaan pemiliknya,” kata Kaname Hayashi, pendiri dan CEO GROOVE X.

Lovot juga memiliki karakter yang sangat ‘manusia’. Ia akan menghangat secara otomatis ketika disentuh, tidur secara perlahan ketika ditimang, atau bahkan merespons panggilan pemilik ketika dipanggil.

2 dari 4 halaman

Berbentuk Penguin Imut

Robot
Lovot, robot yang bisa menyayangi dan mengerti perasaan manusia. (Foto: GROOVE X)

Lovot sendiri berupa boneka penguin dengan mata besar. Lucunya, pemilik nanti bisa memberikannya baju dan menggantinya setiap hari.

Ia dibekali dengan teknologi kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence) serta teknologi Emotional Robotics yang mampu meniru respons emosional pemiliknya.

3 dari 4 halaman

Berapa Harganya?

Pepper, Robot Pintar yang Pahami Emosi Manusia
Pepper, Robot Pintar yang Pahami Emosi Manusia

“Ketika pemilik menyentuh Lovot, pemilik akan merasakan sensasi rileks dan menenangkan. Sebuah perasaan berharga ketika perasaannya direspons dan dibalas,” lanjut Hayashi.

“Ia akan bereaksi terhadap mood pemilik, dan melakukan semua yang bisa dilakukan untuk mengisi emosi dan menyemangati si pemilik,” tambahnya.

Untuk bisa membeli robot ini, pembeli harus merogoh kocek yang dalam. Pasalnya, Lovot dibanderol sebesar US$ 3.100 atau setara dengan Rp 44 juta. Ia akan mulai dijual pada 2019.

4 dari 4 halaman

Pepper, Robot Berhati Baik

Robot di Italia Gantikan Peran Sales Mobil hingga Pelayan Restoran
Wajah robot Robby Pepper saat berdiri di sebuah restoran yang berada di Peschiera del Garda, Italia, Senin (12/3). Robby Pepper merupakan robot pertama di Italia yang telah diprogram untuk menjawab pertanyaan tamu restoran. (AP Photo/Luca Bruno)

Ajang Huawei Innovation Day Asia di Singapura pada Kamis (12/11/2015) lalu menyisakan banyak cerita menarik.

Salah satunya datangnya tamu istimewa', yakni robot bernama Pepper.Ketika 'tamu istimewa' itu muncul, para peserta ajang bertemakan 'Transforming Mega Cities, Building Smart Asia' tersebut mendadak heboh dan berbondong-bondong mengerubungi Pepper.

Satu per satu dari mereka mencoba berinteraksi dengan robot berwarna putih itu.Diungkap, Pepper dirancang agar memiliki 'hati' sehingga ia mampu membaca emosi, mengenali nada suara, serta ekspresi wajah.

Dengan dukungan kamera array, sensor sentuh, accelerometer, dan sensor lainnya, Pepper mampu membaca emosi Anda.

"Pepper dapat mendeteksi 17 bahasa di dunia, tapi saat ini ia sedang di-mute. Jadi ia tak bisa merespon dengan suara," ucap salah satu operator wanita kepada Liputan6.com di Hotel Raffles, York Hill State.

Si operator membeberkan bahwa Pepper diciptakan bukan menjadi robot pekerja, melainkan dapat menyenangkan hati seseorang. Bisa dikatakan, robot ini dapat menjadi pendamping yang memilik 'hati'."Jika kamu melakukan fish bump (seperti tos), ia akan merespon," ucapnya sambil memperagakan contoh gerakan dan memberitahu bahwa aksi Pepper terlebih dahulu diprogram oleh sebuah software.

Kedatangan Pepper disambut para peserta

Sekadar diketahui, robot Pepper merupakan besutan Softbank, perusahaan telekomunikasi asal Jepang yangi fokus menggarap lini bisnis robotik.

Berbeda dengan Lovot, Pepper dapat dipekerjakan sebagai costumer service di berbagai perusahan. Pepper juga dapat disewa dengan biaya US$ 444 per bulan, ditambah kontrak selama 3 tahun dengan syarat Pepper harus dikembalikan begitu kontrak selesai.

Pepper telah terpasang aplikasi yang mendukung berbagai pekerjaan resepsionis kantor. Ia dapat digunakan untuk berbicara dan menyimpan informasi dari pelanggan.

Untuk saat ini, Pepper baru tersedia untuk perusahaan-perusahaan yang berbasis di Jepang saja. Namun, tak tertutup kemungkinan Pepper dapat dirilis secara global setelah Alibaba dan Foxconn menanamkan investasi mereka sebesar US$ 236 juta kepada Softbank.

(Jek/Ysl)

SaksikaN Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓