Ada Masalah di Kamera, Peluncuran Nokia 9 PureView Ditunda

Oleh Andina Librianty pada 09 Des 2018, 17:00 WIB
Diperbarui 09 Des 2018, 17:14 WIB
Nokia

Liputan6.com, Jakarta - HMD Global dilaporkan menunda peluncuran Nokia 9 PureView. Smartphone ini disebut akan menjadi produk flagship terbaru perusahaan.

Dilansir Phone Arena, Minggu (9/12/2018), informasi penundaan ini bermula dari penyataan Head of PR HMD Global di Jerman, Britta Gerbracht.

Dalam sebuah sesi wawancara dengan media Jerman, ia mengatakan bahwa sebuah smartphone premium akan dirilis pada awal 2019.

Kemudian, ia juga beberapa kali menyebut nama "Nokia 9" dalam wawancara tersebut dan mengatakan ada keterlambatan terkait perangkat ini.

Dari penyataannya itu, smartphone yang dimaksud oleh Gerbracht diduga sebagai Nokia 9 PureView.

Pernyataan Gerbracht pun sejalan dengan fokus HMD. Perusahaan asal Finlandia itu dilaporkan ingin fokus pada kualitas flagship terbarunya.

Namun, perusahaan menilai hasil kamera belakang tidak memuaskan, sehingga memutuskan menunda peluncurannya.

HMD memang tengah berupaya memperkuat posisinya di pasar smartphone premium. Sebelumnya, eksekutif HMD dilaporkan mengakui penjualan produk premiumnya, Nokia 8 dan Nokia 8 Sirocco, kurang memuaskan. Oleh sebab itu, perusahaan memiliki harapan besar terhadap Nokia 9 PureView.

Kendati demikian, pihak HMD sejauh ini belum memberikan konfirmasi tentang tanggal pengumuman dan peluncuran Nokia 9 PureView.

Namun, beredar laporan yang memperkirakan smartphone tersebut diumumkan pada akhir Januari atau awal Februari 2019.

2 of 3

Dua Tahun, HMD Global Jual 70 Juta Ponsel Nokia

Nokia
Deretan smartphone Nokia. Liputan6.com/ Andina Librianty

HMD genap berusia dua tahun pada 1 Desember 2018. Selama dua tahun terakhir pula, perusahaan berusaha untuk menggaet konsumen di berbagai negara dengan smartphone dan feature phone merek Nokia, termasuk di Indonesia.

HMD selama dua tahun terakhir telah menjual sekira 70 juta ponsel Nokia. Jumlah tersebut mencakup penjualan smartphone dan feature phone.

Ponsel paling laris HMD berada di rentang harga 300 hingga 400 euro atau berkisar Rp 4,9 juta hingga Rp 6,6 juta (asumsi kurs Rp 16.550 per 1 euro). Sejauh ini, Nokia 6.1 merupakan ponsel terlaris HMD di pasar global.

HMD berhasil memikat konsumen di segmen kelas menengah dan entry-level. Perusahaan asal Finlandia itu pun dinilai membutuhkan sebuah flagship sukses, setelah sebelumnya Nokia 8 Sirocco gagal memenuhi ekspektasi.

3 of 3

Pendorong Kesuksesan HMD Global

Nokia 8.1
HMD Global umumkan Nokia 8.1. (Doc: HMD Global)

HMD mengakui bahwa sebagian besar kesuksesannya berkat kesetiaan penggemar terhadap merek Nokia. Oleh sebab itu, perusahaan berusaha keras menghadirkan produk berkualitas tinggi.

Permasalahannya, hampir 80 persen konsumen HMD dilaporkan berusia 35 tahun ke atas. Mereka adalah orang-orang yang mengingat Nokia di masa jayanya.

Melihat tantangan yang ada, HMD disebut ingin menarik konsumen muda di bawah usia 20 tahun. Salah satu caranya kemungkinan dengan memanfaatkan esport untuk promosi. Selain itu, konsumen di rentang usia 20-35 tahun akan menjadi fokus di masa depan.

Lebih lanjut, kerja sama dengan Google pun dinilai sebagai pendorong popularitas smartphone Nokia besutan HMD. Deretan smartphone Nokia dipastikan akan mendapatkan pembaruan OS Android selama beberapa tahun ke depan.

(Din/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓