Dampak Badai Matahari Terhadap Elektronik Berakhir

Oleh Liputan6 pada 25 Jan 2012, 17:40 WIB
Diperbarui 24 Jan 2017, 18:38 WIB
120125cbadai-matahari.jpg
Liputan6.com, Jakarta: Badai matahari terkuat dalam delapan tahun terakhir beberapa hari belakangan menghantam bumi. Sempat dikhawatirkan badai ini mengganggu jaringan telekomunikasi atau sistem elektronik di bumi terutama sistem navigasi penerbangan. Namun kekhawatiran tidak terbukti. Diperkirakan dampak terkuat badai matahari terhadap jaringan elektronik di bumi sudah berakhir.

Badai matahari terjadi saat awan gas super panas berisi partikel bermuatan listrik terlontar dari permukaan matahari. Partikel bergerak dengan kecepatan sekitar 4,8 juta kilometer per jam atau beberapa kali lipat lebih cepat dibanding partikel matahari biasa menempuh perjalanan ke bumi dalam 35 jam.

Pusat prediksi cuaca ruang angkasa Amerika Serikat menggolongkan badai matahari ini di level tiga dari lima tingkat skala tergolong badai matahari kuat. Lontaran energi ini dikhawatirkan mempengaruhi berbagai peralatan komunikasi terutama sistem kendali pesawat yang terbang di sekitar kutub utara.

Sejumlah penerbangan antara Amerika Utara, Eropa, dan Asia memang menggunakan jalur di atas arktik atau kutub utara. Beberapa rute penerbangan akhirnya diubah. Para antariksawan yang kebetulan ada di stasiun luar angkasa diminta berlindung di bagian terkuat stasiun luar angkasa agar terlindung dari dampak radiasi badai ini.(JUM)