Tips Agar Smartphone Kamu Bebas Malware dan Penjahat Siber

Oleh Andina Librianty pada 07 Nov 2018, 07:00 WIB
Hacker

Liputan6.com, Jakarta - Seiring perkembangan teknologi dan gaya hidup, ponsel saat ini merupakan barang wajib yang selau dibawa ke berbagai tempat. Sayangnya, tingginya penggunaan ponsel tidak sejalan dengan kepedulian terhadap keamanannya.

VP ICT Security Management Telkomsel, Yohannes Glen, mengatakan rendahnya kesadaran terhadap keamanan, dimanfaatkan oleh hacker untuk menyerang ponsel dengan menyebarkan malware.

Ia mengklaim, pengguna ponsel jauh lebih mungkin menjadi korban penipuan menggunakan serangan phising daripada pengguna desktop.

Pengguna ponsel seharusnya lebih peduli dengan keamanan data-data mereka di dalamnya. Terlebih, pengguna kerap menyimpan berbagai data, termasuk yang terkait finansial, di dalam ponsel.

Salah satu tindakan kemanan, kata Glen, dengan menggunakan aplikasi khusus untuk hal tersebut. “Tapi nyatanya belum banyak yang pakai. Artinya, kesadaran kita masih rendah, padahal banyak aplikasi keamanan untuk melindungi data dari malware yang gratis,” tuturnya.

Untuk mengamankan data-data penting di dalam ponsel, Glen pun memberikan sejumlah tips penting yang dapat diikuti oleh pengguna. Berikut empat tips untuk mengamankan ponsel tersebut.

 

2 of 3

Perbarui Software dan Pasang Anti Virus

Foto: Ilustrasi malware di smartphone (ibitimes.co.uk)

1. Selalu memperbarui software atau aplikasi untuk menghindari eksploitasi berbahaya.

“Di Indonesia, kesadaran update software itu rendah, belum lagi ada yang melakukan jailbreak dan lainnya, sehingga jarang update,” kata Glen.

2. Pasang anti virus atau malware untuk menghindari aplikasi-aplikasi jahat.

Saat ini banyak aplikasi keamanan yang tersedia di Play Store atau App Store, baik yang gratis atau berbayar. “Yang gratis juga bisa digunakan dan tetap bisa mendeteksi malware,” ungkap Glen.

 

3 of 3

Jangan Sebar Password

Ilustrasi Hacker (iStockPhoto)

3. Jangan pernah memberikan PIN dan password ke orang lain.

Telkomsel sendiri, kata Glen, tidak akan pernah meminta password pelanggan untuk mengakses layanannya, termasuk MyTelkomsel.

Oleh sebab itu, ia mengimbau pelanggan untuk tidak memberikan One-Time Password (OTP) untuk mengakses MyTelkomsel, yang diterima melalui SMS kepada siapa pun.

Imbauan ini dinilai penting karena banyak pelanggan Telkomsel tertipu dengan modus OTP MyTelkomsel.

4. Pakai password yang kuat.

Sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan password yang mudah ditebak, seperti 123456 atau 00000.

Selain itu, Glen juga menyarankan agar pengguna ponsel untuk menggunakan fitur keamanan tambahan atau Multi-Factor Authentication (MFA)untuk berbagai layanan online. Fitur keamanan tambahan ini bisa berupa OTP atau biometrik.

“Hal ini bisa lebih mengamankam akun dan transaksi yang dilakukan menggunakan ponsel,” ujar Glen.

(Din/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓