Microsoft: 1,5 Miliar Komputer Masih Pakai Windows

Oleh Andina Librianty pada 30 Okt 2018, 17:00 WIB
Diperbarui 30 Okt 2018, 17:00 WIB
CEO Micr osoft, Satya Nadella
Perbesar
CEO Microsoft, Satya Nadella, saat berkunjung ke SMP Muhammadiyah 9 Jakarta. (Doc: Microsoft Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - Windows masih menjadi OS yang paling banyak digunakan di dunia. Menurut data terbaru yang dirilis Microsoft, Windows masih digunakan pada 1,5 miliar komputer.

Dikutip dari Softpedia, Selasa (30/10/2018), data ini dinilai tidak mengejutkan, karena Microsoft dalam beberapa kesempatan pernah menekankan betapa populer OS besutannya itu.

Perusahaan kini tengah berusaha keras membuat Windows 10 sebagai platform desktop nomor satu di dunia.

Menurut statistik pihak ketiga, Windows 7 saat ini memimpin pasar OS desktop dengan lebih dari 40 persen pangsa pasar. Di sisi lain, Windows 10 berada di peringkat kedua dengan sekira 37 persen pangsa pasar.

Melihat perbedaan yang tidak terlalu besar, sangat mungkin Windows 10 mengambil alih posisi nomor satu. Hal ini terutama disebabkan akhir dukungan untuk Windows 7 semakin dekat.

Microsoft akan berhenti memberikan pembaruan dan patch keamanan untuk Windows 7 pada Januari 2020. Semakin dekat dengan tenggat waktu ini, maka banyak komputer akan melakukan upgrade ke Windows 10.

2 dari 2 halaman

Susupi Windows 10 Store, Malware Menyamar Jadi Aplikasi Google Photos

Tiba di Jakarta, Ini Pesan Bos Microsoft Buat Developer Indonesia
Perbesar
Satya Nadella, CEO Microsoft (Liputan6.com/ Jeko Iqbal Reza)

Kehadiran sebuah aplikasi bernama "Album by Google Photos" di Windows beberapa waktu lalu, disambut baik oleh banyak pengguna, lantaran selama ini Google tidak pernah merilis aplikasi populernya selain pencarian di Windows Store. Namun setelah diselidiki, ternyata "Album by Google Photos" merupakan malware yang menyamar sebagai aplikasi.

Aplikasi palsu ini berupaya untuk mem-bypass filter Microsoft dan tersedia untuk diunduh. Meski sejumlah pengguna percaya bahwa aplikasi tersebut benar-benar Google Apps, ada juga beberapa review yang diunggah ke Windows Store justru curiga dan menyebutnya sebagai malware.

Microsoft telah menghapus aplikasi Google Photos palsu ini dari Microsoft Store. Namun, untuk mencegah hal tidak diinginkan terjadi pada akun Google, Micorosft menyarankan pengguna untuk terus waspada.

Tidak jelas berapa banyak pengguna yang sudah mengunduhnya. Kemungkinan besar aplikasi ini tak sempat untuk berbuat kerusakan lebih parah.

(Din/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓