Startup Blockchain Ini Tawarkan Solusi Penyaluran Bantuan Saat Bencana

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 17 Okt 2018, 13:30 WIB
Diperbarui 17 Okt 2018, 14:17 WIB
Blockhain

Liputan6.com, Jakarta - Startup blockchain bernama Platin tengah mengembangkan terobosan dalam teknologi bantuan kemanusiaan global.

Platin kini mengembangkan protokol Proof of Location yang unik pada blockchain. Dengan protokol unik ini nantinya aset digital termasuk cryptocurrency dapat dikirimkan dengan aman ke mana pun di seluruh dunia.

Melalui keterangan resmi yang diterima Tekno Liputan6.com, Rabu (17/10/2018), disebutkan cryptocurrency yang didapatkan melalui airdrop dikontrol oleh kontrak pintar (smart contract) dan bisa didapatkan dengan menggunakan smartphone apapun.

Terdapat banyak fitur pada platform ini, utamanya adalah kemampuan sangat mendalam saat digunakan untuk menyalurkan bantuan ke banyak orang di masa krisis.

Platin mengklaim punya beberapa solusi bagi masalah mendasar yang muncul ketika bencana terjadi.

Pertama, penggalangan donasi yang dapat dikumpulkan dengan cepat, di mana orang-orang akan dapat mengirim cryptocurrency secara langsung ke area yang membutuhkan.

Karena layanan telepon seluler sering menjadi salah satu hal pertama yang dipulihkan selama peristiwa bencana, pengumpulan aset bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Selain itu, sumbangan ini memiliki biaya yang lebih rendah daripada yang sumbangan dari beberapa organisasi.

“Sangat penting untuk mengembangkan cara baru yang bersifat desentralisasi untuk mendistribusikan bantuan pada mereka yang membutuhkan,” ujar Co-founder dan CEO Platin, Allon Mason.

Dia menyebut, sangat banyak organisasi yang ingin menyalurkan bantuan.

"Kami pikir airdrop dengan geo-located melalui protokol Proof of Location pada blockchain dapat menciptakan cara baru untuk distribusi bantuan secara cepat,” katanya.

2 of 3

Kerja Sama dengan Organisasi Bantuan di Seluruh Dunia

Blockchain
Ilustrasi Blockchain. Dok: catalysts.cc

Untuk membantu kemajuan usaha ini, Platin bekerja sama dengan organisasi bantuan kemanusiaan di seluruh dunia.

Beberapa organisasi ini memang khusus bekerja di bidang pembinaan komunitas lokal yang terkena dampak bencana, dan pengoperasian tim untuk fasilitasi donasi.

Tim ini mampu memfasilitasi proses geo airdrop, memungkinkan sistem Platin menetapkan dan merekomendasikan zona airdrop yang dapat digunakan sebagai panduan.

Tim ini juga akan memonitor lokasi populasi yang terkena bencana dan menyampaikan informasi bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.

3 of 3

Tingkatkan Kepercayaan Donatur

Potret Kehidupan Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami Palu
Suasana tenda pengungsi korban gempa dan tsunami Palu di lapangan Masjid Agung Daru Salam, Palu, Sulteng, Jumat (5/10). Pemerintah akan membangun barak pengungsian bagi korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sigi dan Donggala. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Dengan teknologi yang diterapkannya, Platin membantu meningkatkan kepercayaan donatur dalam berbagai cara.

Donatur mendapatkan feedback yang cepat dan mendetil bahwa dana mereka telah diberikan pada orang-orang yang memang berada di area krisis.

Mereka juga diyakinkan dengan adanya sistem yang akan mengembalikan donasi yang tidak dipakai pada batas waktu yang sudah ditentukan sebelumnya.

Dengan cara ini, dana yang tidak diambil dan tidak digunakan untuk membantu yang membutuhkan akan dikembalikan dan donatur memiliki kesempatan untuk menyimpan atau mengirimnya kembali pada area lainnya.

Platin juga memungkinkan fitur limit pada setiap wallet untuk meyakinkan bahwa tidak terjadinya penimbunan dan semua donasi tidak dikumpulkan oleh pihak-pihak lain.

Terdapat banyak potensi keuntungan lainnya seperti donasi geofence yang hanya bisa diberikan pada daerah tertentu untuk membantu revitalisasi komunitas yang terkena dampaknya.

“Kami berencana untuk memulai geo airdrop kemanusiaan pertama pada musim panas 2019. Walau kita tidak bisa mencegah bencana terjadi, kita bisa memberikan dunia cara untuk membantu menyembuhkan teman-teman kita yang dekat maupun jauh,” ujar Mason.

“Kami sedang meningkatkan kerja sama dengan organisasi kemanusiaan lainnya, sehingga kami akan bisa mengembangkan lebih banyak metode untuk distribusi bantuan kepada yang membutuhkan," katanya. 

(Tin/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓