XL Axiata Klaim Jaringan Pulih 100 Persen Pascagempa Sulawesi Tengah

Oleh Andina Librianty pada 13 Okt 2018, 12:04 WIB
Diperbarui 13 Okt 2018, 12:04 WIB
Pandangan Udara Masjid Terapung Usai Diguncang Gempa dan Tsunami Palu
Perbesar
Warga melintas di depan Masjid Terapung Arqam Bab Al Rahman pasca gempa dan tsunami Palu di Pantai Talise, Sulawesi Tengah. Bangunan masjid yang terletak di pinggir pantai terlihat utuh meski sebagian bangunannya tenggelam. (Liputan6.com/Fery Padolo)

Liputan6.com, Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) telah merampungkan pemulihan jaringan pascagempa di Sulawesi Tengah (Sulteng), yang terjadi pada 28 September 2018. Per Jumat (12/10/2018), jaringan XL Axiata di wilayah tersebut telah pulih 100 persen, termasuk di Palu dan Donggala.

"Kami telah berhasil memulihkan sepenuhnya atau 100 persen jaringan di seluruh Sulawesi Tengah, termasuk Palu, Donggala, juga Sigi yang paling parah terlanda gempa. Jadi yang pulih ini seluruh jaringan, baik backbone maupun jaringan pendukung, seperti sebelum gempa," ungkap Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya, dalam keterangan resminya, Sabtu (13/10/2018).

Yessie mengatakan, kini pelanggan di Sulteng bisa mengakses ke semua layanan, termasuk data dengan kualitas semakin baik. Itu artinya, semua BTS yang ada juga telah kembali beroperasi normal.

"Ini merupakan hasil kerja keras luar biasa dari tim terkait, di mana kami harus menangani banyak sekali aspek teknis maupun nonteknis. Semua kami lakukan agar masyarakat bisa kembali memanfaatkan layanan XL Axiata guna mendukung aktivitas pascabencana," sambungnya.

Yessie menyebut, proses pemulihan jaringan antara lain meliputi perbaikan kabel fiber optic (FO) di seluruh daerah yang terkena dampak gempa dan tsunami.

Selain itu, pemulihan site-site simpul, memobilisasi cluster jaringan di area-area terdekat dengan lokasi bencana, hingga mengerahkan mobile BTS (MBTS) dari Makassar.

Ada empat unit MBTS yang kini diperbantukan di Palu. Sementara itu untuk mengatasi pasokan listrik, XL Axiata juga melakukan koordinasi dengan PLN setempat, mengerahkan genset ke setiap BTS, juga memperbaiki genset di BTS-BTS yang sempat rusak karena gempa.

Mengingat genset juga membutuhkan pasokan BBM, maka tim XL Axiata di lapangan juga melakukan langkah-langkah pengamanan pasokan BBM.

2 dari 2 halaman

Operasional XL Axiata Pascagempa dan Tsunami

XL Axiata
Perbesar
Petugas teknisi XL Axiata melakukan pemeriksaan terhadap perangkat BTS 4G yang berada di ruas Jalan Tol Merak, Jakarta (Foto: XL Axiata)

Seiring dengan terus membaiknya kualitas jaringan di Sulteng, XL Axiata sejak akhir pekan lalu juga telah membuka kembali layanan pelanggan, termasuk penjualan. XL Center Palu telah kembali buka sejak awal pekan ini.

Seluruh karyawan XL Center dalam kondisi selamat dari bencana. Sejak pertama kali dibuka, XL mengklaim banyak pelanggan dan masyarakat yang datang untuk membeli kartu SIM baru, serta memulihkan kembali nomornya.

Tidak sedikit pelanggan yang ponsel atau smartphone rusak atau hilang saat gempa dan tsunami, ingin mendapatkan kembali nomor lamanya.

Bersamaan dengan bantuan darurat yang diberikan kepada warga korban, XL Axiata juga telah menyediakan sarana komunikasi darurat sejak hari-hari pertama pasca gempa. Bantuan ini berupa fasilitas layanan telekomunikasi di beberapa titik di Kota Palu.

Hal tersebut dimungkinkan karena jaringan XL Axiata sama sekali tidak mati karena gempa saat itu. Hanya jaringan XL Axiata yang tetap bisa melayani pelanggan di Palu dan Donggala, sehingga mereka bisa mengabarkan kondisi yang terjadi pasca bencana ke masyarakat di luar Sulteng.

Saat ini, jaringan XL di Sulteng ditopang oleh total lebih dari 400 BTS, termasuk lebih dari 200 BTS 3G, dan sekitar 80 BTS 4G. Jumlah pelanggan sebanyak 342 ribu dengan 15 persen di antaranya adalah pengguna layanan data.

(Din/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓