Jack Ma: Akses Internet Dibutuhkan untuk Berinovasi

Oleh Andina Librianty pada 12 Okt 2018, 17:45 WIB
Diperbarui 12 Okt 2018, 17:45 WIB
Jack Ma Bicarakan Digital Ekonomi di Depan Delagasi IMF-Bank Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Alibaba Group, Jack Ma, turut menjadi salah satu pembicara dalam acara Annual Meetings 2018 di Bali, Indonesia. Ia menyampaikan pendapatnya dalam Seminar Disrupting Development: Digital Platform & Innovation.

Ada beberapa hal menarik yang disampaikan Jack Ma saat berdiskusi dengan Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, dalam seminar tersebut. Salah satunya, menyoroti pentingnya akses internet dan pendidikan untuk negara berkembang.

"Negara berkembang harus memberikan akses internet dan pendidikan kepada masyarakatnya. Dengan begitu, mereka dapat membuat inovasi dan berwirausaha," ungkapya seperti dikutip dari akun Twitter Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jumat (12/10/2018).

Selain itu, ia menekankan para pelaku wirausaha harus optimitis untuk mencapai kesuksesan. Kunci sukses, katanya, orang-orang harus terus berlajar dan tidak cepat puas akan hasil yang telah dirasakan.

"Beri mereka yang mau berusaha akses. Akses terhadap ilmu baru, pelajari banyak hal. Kunci dari kesuksesan adalah ketersediaan mereka untuk ingin terus belajar dan tidak cepat puas akan hasil yg telah dirasakan," kata Jack Ma.

2 dari 2 halaman

Love Quantum

Jack Ma Bicarakan Digital Ekonomi di Depan Delagasi IMF-Bank Dunia
Presiden Bank Dunia Jim Yong kim bersama Pendiri Alibaba Group Jack Ma dalam diskusi panel “Disrupting Development” Pertemuan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali pada Jumat (12/10). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lebih lanjut, Jack Ma juga mengungkapkan kunci lain untuk mencapai sukses, yakni memiliki kepedulian. "Kunci menjadi sukses tidak hanya terletak pada kecerdasan IQ ataupun EQ, tetapi juga pada Love Quantum. Kemampuan untuk mencintai, menyayangi, dan peduli," tuturnya.

Salah satu pengusaha sukses dunia itu juga mengatakan, manusia harus bisa melakukan berbagai hal yang tidak bisa dilakukan dengan mesin, seiring dengan perkembangan teknologi.

"30 tahun kedepan, manusia akan dihadapkan tantangan besar dari teknologi yang dapat mengacaukan. Kita harus ajari anak-anak kita untuk dapat melakukan hal-hal yg mesin tidak akan pernah bisa lakukan," jelas Executive Chairman Alibaba Group tersebut.

(Din/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓