Pidato Game of Thrones Jokowi Dapat Standing Ovation dan Bikin Twitter Meledak

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 12 Okt 2018, 15:25 WIB
Diperbarui 12 Okt 2018, 15:25 WIB
Jokowi Bicara Perkembangan Fintech di IMF-Bank Dunia 2018
Perbesar
Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam Bali Fintech Agenda IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). Jokowi mengaku mengacu pada kebijakan Amerika Serikat (AS) yang merupakan negara kelahiran internet. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pidato Presiden Joko Widodo yang menyebut-nyebut 'Game of Thrones' di pertemuan IMF-Bank Dunia membuat lini masa Twitter meledak.

Topik Game of Thrones pun memuncaki trending topic di lini masa Twitter Indonesia.

Apresiasi dan pujian pun dialamatkan kepada Presiden Jokowi yang membawa analogi Game of Thrones untuk membandingkan kondisi ekonomi dunia saat ini.

"Namun akhir-akhir ini, hubungan antar negara-negara ekonomi maju… semakin lama semakin terlihat seperti “Game of Thrones”…Balance of power…dan aliansi antar negara-negara ekonomi maju… sepertinya tengah mengalami keretakan…," begitu penggalan pidato Presiden Jokowi di depan forum.

Pantauan Tekno Liputan6.com di linimasa Twitter, Jumat (12/10/2018), cuitan menggunakan tagar (#) GameOfThrones begitu banyak dikicaukan. Bahkan dalam beberapa detik saja, jumlah tweet bisa mencapai 20 cuitan.

Pengguna dengan akun @tukangVermax pun menuliskan, sebuah gim tiba-tiba menjadi bahan perbincangan.

Pengguna lain dengan akun @fahrigagar_01 berkicau, dengan menyebut Game of Thrones, Jokowi berharap tidak ada peperangan seperti dalam film Game of Thrones.

Pemilik akun @MSSFunkdelic memuji pidato Jokowi di hadapan IMF-Bank Dunia dianggap bagus dan berbobot.

2 dari 3 halaman

Ekonomi Dunia Seperti Game of Thrones

Jokowi Buka Rapat Pleno Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018
Perbesar
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan pada Pertemuan Tahunan IMF-WB Group 2018, Bali, Jumat (12/10). Dalam pidatonya, Jokowi mengumpamakan kondisi ekonomi global sekarang seperti cerita serial televisi Game of Thrones. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam pidatonya, Jokowi menggambarkan kondisi ekonomi dunia. Mulai dari perselisihan yang terjadi di antara negara-negara maju hingga dampaknya bagi perekonomian negara lain seperti negara berkembang.

Tanpa disadari jika perselisihan membuat negara-negara di dunia melupakan hal penting, yakni kondisi yang lebih berdampak bagi masyarakat dunia. Seperti perubahan iklim, penyakit, sampah plastik, dan persoalan lingkungan lainnya.

Jokowi mengibaratkan apa yang terjadi saat ini seperti dalam Film Game of Thrones. Di mana para negara-negara besar tengah sibuk berperang tanpa memikirkan risiko yang terjadi dari perang itu.

"Hubungan ekonomi negara maju semakin lama semakin terlihat seperti Game of Thrones, balance of power dan aliansi antara negara ekonomi maju seperti mengalami keretakan. Lemahnya koordinasi membuat terjadi banyak masalah, seperti peningkatan harga minyak, kekacauan mata uang dialami negara berkembang," kata Jokowi pada Pertemuan IMF-Bank Dunia di Nusa Bali, Jumat (12/10/2018).

Padahal sebelumnya dalam beberapa dekade terakhir, negara maju yang telah mendorong negara berkembang untuk ikut dalam perdagangan bebas. Keterbukaan informasi memberikan banyak sekali keuntungan, baik negara maju atau negara berkembang.

Bahkan bantuan negara maju membuat negara berkembang mampu berkontribusi besar ke perekonomian dunia.

"Namun dalam serial Game of Thrones sejumlah Great Houses, Great Families bertarung hebat satu sama lain mengambil alih kembali Iron Throne. Mother of Dragon menggambarkan siklus kehidupan. Setelah satu house yang lain menjatuhkan house yang lainnya. Namun yang mereka lupa tatkala Great Houses bertarung satu sama lain mereka tidak tahu ancamanbesar dari utara," Jokowi kembali menggambarkan.

3 dari 3 halaman

Tuai Pujian Bos IMF

Jokowi Bicara Perkembangan Fintech di IMF-Bank Dunia 2018
Perbesar
Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam Bali Fintech Agenda IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). Acara ini membahas berbagai peluang dan tantangan yang bisa diperoleh dari teknologi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Presiden Joko Widodo kembali menarik perhatian dunia lewat pidatonya. Kali ini, presiden membawa serial televisi Game of Thrones.

Jokowi menyampaikan pidato tersebut dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, Jumat pagi. Sontak, para hadirin menjadi terkesima, termasuk Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde.

"Saya ingin berterima kasih pada Jokowi karena menaikkan standar dalam memberi pidato yang hebat dan meyakinkan. Wow," ucap Lagarde di Nusa Dua Bali, Jumat (12/10/2018)

Pada pidatonya, Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa perang dagang malah membuat dunia teralihkan dari masalah yang lebih serius. Salah satunya perubahan iklim.

Kondisi tersebut sesuai dengan alur Game of Thrones di mana para keluarga bangsawan saling bertikai, padahal musim dingin panjang ada di depan mata. Alhasil, sumber daya di Westero terkuras akibat peperangan.

Sebelumnya, Jokowi sempat membawa film Avengers ke dalam pidatonya. Pada pidatonya di Vietnam, ia menyebut mentalitas Thanos yang ada akan merugikan semua pihak.

Dalam kesempatan yang sama, Lagarde juga berterima kasih pada keramahan yang diberikan rakyat Indonesia meskipun baru ditimpa bencana.

"Jadi, dari lubuk hati terdalam, saya ucapkan terima kasih," ujarnya. 

(Tin/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓