Sambangi Tiongkok, Bos Apple Bantu Penjualan iPhone XS

Oleh Andina Librianty pada 15 Okt 2018, 14:00 WIB
Diperbarui 15 Okt 2018, 14:00 WIB
Apple Luncurkan Tiga iPhone Anyar, XR, XS dan XS Max

Liputan6.com, Jakarta - CEO Apple, Tim Cook, belum lama ini mengunjungi Tiongkok untuk menghadiri sejumlah pertemuan. Ia juga dilaporkan akan membantu toko-toko lokal Apple untuk meningkatkan penjualan iPhone XS.

Dilansir GSM Arena, Senin (15/10/2018), penjualan iPhone XS dilaporkan tidak berjalan begitu baik di Tiongkok. Hal ini pula disebut sebagai salah satu alasan utama Cook mengunjungi negara tersebut.

Ia ingin memperkuat hubungan perusahaan dengan Tiongkok, yang diharapkan dapat mendongkrak angka penjualan. Negeri Tirai Bambu sendiri penting bagi Apple, karena merupakan salah satu pasar smartphone terbesar di dunia.

Salah satu agenda Cook adalah bertemu dengan sekretaris Partai Komunis Tiongkok, dengan harapan bisa meningkatkan hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan negara tersebut.

Saat berada di Tiongkok, Cook disebut mencoba membantu penjualan iPhone 2018 yang tidak begitu memuaskan.

Hal ini akan menjadi tugas sulit mengingat beragamnya harga handset di Tiongkok dan persaingan yang sengit. Namun, sejauh ini belum ada informasi tentang strategi baru yang akan diterapkan oleh Apple di negara tersebut.

Segmen premium saat ini dikuasai oleh ponsel Huawei yang dibanderol US$ 700, dan disebut mengambil sebagian besar pasar iPhone.

Apple dinilai akan kesulitan mengungguli, terutama karena varian paling premiumnya, iPhone XS Max, dijual dengan harga jauh lebih mahal yakni US$ 1.850.

2 dari 2 halaman

Apple Rugi Miliaran Dolar Gara-Gara Kecurangan Klaim Garansi

CEO Apple, Tim Cook dan Malala Yousafzai Tim
CEO Apple, Tim Cook dan Malala Yousafzai di luar rumah seorang anak perempuan yang sekolah dengan dukungan Malala Fund (Foto: Apple)

Apple dikabarkan mengalami kerugian miliaran dolar AS karena adanya kecurangan klaim garansi. Menurut laporan, kasus ini terjadi di Tiongkok.

Kasus ini dilaporkan bermula dari pembelian unit iPhone dalam jumlah besar. Bagian-bagian penting dari unit iPhone tersebut dirusak. Misalnya saja bagian CPU, papan sirkuit, dan layarnya yang diganti dengan komponen palsu.

Kemudian, iPhone yang komponennya sudah diganti itu dikembalikan ke Apple Store untuk diperbaiki menggunakan garansi. Kemudian, iPhone yang sudah diperbaiki kembali dijual.

Apple menemukan banyak orang yang menggunakna metode penipuan tersebut. Sebanyak 60 persen klaim garansi di Tiongkok dan Hong Kong merupakan tindakan kecurangan dengan metode tersebut, yang membuat Apple merugi hingga miliaran dolar AS.

(Din/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Menjajal Kamera Galaxy S20 Ultra, Kameranya 108MP, Bisa Zoom 100x, dan Single Take