Hari Batik Nasional, Warganet Ramai-Ramai Unggah Foto Selfie

Oleh Jeko I. R. pada 02 Okt 2018, 10:42 WIB
Diperbarui 02 Okt 2018, 10:42 WIB
Hari Batik di Sumenep
Perbesar
Mahasiswa Unija Sedang Memperingati Hari Batik Nasional Dengan Memperagakan Batik Khas Daerah Sumenep (Liputan6.com/Mohamad Fahrul).

Liputan6.com, Jakarta - Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari ini, Selasa (2/10/2018), dirayakan oleh masyarakat Indonesia dengan mengenakan busana batik.

Pada momentum ini, masyarakat Indonesia, mulai dari pelajar, pekerja kantoran, hingga pejabat dianjurkan mengenakan batik.

Di media sosial seperti Twitter, Hari Batik Nasional memuncaki trending topic terpopuler.

Pantauan Tekno Liputan6.com, tagar #HariBatikNasional berseliweran di lini masa, kebanyakan twit berupa unggahan foto selfie dan wefie warganet, bersama-sama memamerkan batiknya.

Untuk lebih lengkap, yuk kita lihat semarak Hari Batik Nasional dalam kumpulan twit dan foto dari warganet berikut ini.

* Liputan6.com yang menjadi bagian KapanLagi Youniverse (KLY) bersama Kitabisa.com mengajak Anda untuk peduli korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Yuk bantu Sulawesi Tengah bangkit melalui donasi di bawah ini.

 

 

Semoga dukungan Anda dapat meringankan beban saudara-saudara kita akibat gempa dan tsunami Palu di Sulawesi Tengah dan menjadi berkah di kemudian hari kelak.

2 dari 3 halaman

Mendapat Pengakuan

Hari Batik di Sumenep
Perbesar
Mahasiswa Unija Sedang Memperingati Hari Batik Nasional Dengan Memperagakan Batik Khas Daerah Sumenep (Liputan6.com/Mohamad Fahrul).

Hari batik menjadi peringatan pengakuan dunia atas kain asli Nusantara itu.

Pada 2 Oktober 2009, Badan Kebudayaan PBB atau Unesco menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

"Teknik, simbolisme, dan budaya yang melingkupi kain katun atau sutra yang diwarnai secara manual, yang dikenal sebagai Batik Indonesia, meresap dalam kehidupan orang Indonesia, dari awal hingga akhir," demikian dikutip dari situs Unesco, Senin (1/10/2018).

"Bayi-bayi dibawa dalam gendongan batik yang dihiasi simbol-simbol yang mewakili harapan akan keberuntungan bagi sang bocah. Dan, orang yang meninggal dunia pun diselimuti batik."

Batik, menurut Unesco, juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia.

Batik digunakan sehari-hari, dalam kegiatan bisnis hingga akademis, saat merayakan pernikahan maupun kehamilan, bisa ditemukan dalam pagelaran wayang maupun seni lainnya. Kain batik juga memainkan peran sentral dalam sejumlah ritual.

"Batik diwarnai oleh para perajin, yang menggambar desain pada kain, dengan titik dan garis menggunakan lilin (malam)," demikian diungkap Unesco. Proses pembuatan batik tradisional bukan hanya rangkaian produksi semata. Ada budaya bahkan semacam ritual di dalamnya.

"Keragaman pola yang luas mencerminkan berbagai pengaruh, mulai dari kaligrafi Arab, karangan bunga Eropa dan burung phoenix China hingga bunga sakura dari Jepang dan burung merak India atau Persia."

Batik seringkali diwariskan dari generasi ke generasi. "Kerajinan batik berkaitan dengan identitas budaya masyarakat Indoensia. Dan, makna simbolis dari warna dan desainnya mengekspresikan kreativitas dan spiritualitas." 

3 dari 3 halaman

Setelah 2 Oktober...

Hari Batik Nasional
Perbesar
Sentra Batik Ronggomukti memiliki beragam batik tulis dan batik kontemporer khas Probolinggo, Jawa Timur. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sejak pengakuan yang diberikan Unesco, Hari Batik dirayakan setiap tanggal 2 Oktober.

Batik pun kian dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, digunakan dalam pakaian formal dan kasual, serta menjadi inspirasi bagi banyak haute couture kontemporer.

Banyak orang Indonesia memilih menggunakan batik yang penuh warna dan modern sebagai pakaian sehari-hari, yang cocok untuk dipakai di wilayah yang panas dan lembab seperti di Nusantara.

Masing-masing daerah pun mengembangkan motif batik khusus dan warna yang unik.

Hari batik juga menjadi sebuah momentum pelestarian dan pengenalan batik kepada dunia internasional. Juga harapan agar kecintaan masyarakat Indonesia akan batik makin mendalam, serta filosofinya meresap dalam jiwa: sabar, teliti, tekun dalam menjalani kehidupan.

Selain momentum hari batik, sejumlah peristiwa bersejarah juga terjadi pada 2 Oktober.

Pada 1990, sebuah Boeing 737-247 milik maskapai penerbangan Tiongkok dibajak dan menabrak dua pesawat lainnya ketika mendarat di Guangzhou, menewaskan 132 orang.

Sementara itu, pada 1883, Edouard Jean-Marie Stephan menemukan galaksi NGC 22.

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓