Elon Musk Bakal Mundur Sebagai Chairman Tesla

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 30 Sep 2018, 13:00 WIB
Diperbarui 02 Okt 2018, 12:13 WIB
[Bintang] Amber Heard

Liputan6.com, Jakarta - Elon Musk akhirnya setuju untuk mundur dari jabatan chairman Tesla setelah membayar denda sebesar US$ 200 juta (setara Rp 2,9 triliun) yang diwajibkan oleh Security and Exchange Commission (SEC).

Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari The New York Times, Minggu (30/9/2018), pihak SEC mengumumkan kesepakatan itu dua hari menguggat Musk di pengadilan federal terkait dengan cuitan misleading Musk di Twitter yang membuat para investor kebingungan.

Dalam cuitannya, miliarder itu menyebut telah mengamankan dana untuk membeli perusahaan mobil listrik tersebut dengan harga US$ 420 per lembar saham.

Meski mundur dari jabatannya sebagai chairman, SEC mengizinkan Musk untuk tetap menjadi CEO perusahaan. Selain itu, Musk juga masih menjabat sebagai anggota dewan direktur Tesla.

Sejauh ini masih belum jelas kenapa Musk mau mengubah keputusannya dengan cepat. Padahal, mulanya Elon Musk menyebut SEC tidak adil.

"Saya selalu mengambil keputusan demi kepentingan kebenaran, transparansi, dan investor. Integritas adalah nilai paling penting dalam hidup saya dan saya tidak pernah mengkompromikan ini dengan cara apapun," kata Elon Musk sebelum setuju dengan SEC.

Namun menurut sejumlah orang dalam, pengacara Musk dan perusahaan berusaha untuk berbicara kembali untuk menemukan kesepakatan dengan SEC Jumat lalu. 

Cuitan Musk tentang membuat Tesla sebagai perusahaan pribadi mendapatkan kritik dari banyak pihak, termasuk investor.

Apalagi, Tesla tengah berjuang mati-matian untuk memenuhi target produksi mobil Tesla Model 3-nya.

Elon Musk sendiri dikenal sebagai 'mesin' di balik berjalannya Tesla. Dia juga membantu perusahaan jadi salah satu pembesut mobil paling bernilai di Amerika Serikat (AS).

Namun, Tesla terus menghadapi krisis dalam beberapa tahun terakhir, ditambah lagi cuitan Musk tersebut.

Harga saham perusahaan pun turun drastis setelah gugatan dilayangkan SEC. Pada Jumat lalu, nilai sahamnya turun hampir 14 persen. Tesla juga menolak berkomentar atas masalah ini.

2 of 3

Angkat Direktur Independen

Elon Musk
Elon Musk, bekerja tanpa menerima gaji (Foto: Fastcompany.com)

Dalam keterangan tertulisnya setelah kesepakatan dengan Musk dan Tesla, SEC menyebut, Tesla harus mengangkat dua direktur independen dan mengambal langkah untuk memantau komunikasi Musk dan investor.

Selain itu, Tesla juga harus membentuk komite permanen dari direktur independen untuk memantau adanya potensi konflik kepentingan.

Chairman SEC Jay Clayton mengatakan, "Dalam persetujuan dengan Elon Musk dan Tesla, saat perusahaan dan orang dalam membuat pernyataan, mereka harus bertindak dengan penuh tanggung jawab, termasuk berupaya untuk memastikan pernyataan itu tidak salah ataupun menyesatkan (bagi investor maupun pihak lain)."

Dalam persetujuan dengan SEC, Musk tidak membantah namun juga tidak mengakui bahwa cuitannya bersifat menyesatkan.

Yang pasti, SEC menganggap pihak Tesla telah gagal memberikan informasi yang akurat dan penting pada investornya.

3 of 3

Khawatir Dampaknya ke Perusahaan Lain

Miliarder Jepang Yusaku Maezawa
CEO SpaceX, Elon Musk dan miliarder Jepang, Yusaku Maezawa pada konferensi pers di Hawthorne, California, (17/9). Musk memilih Maezawa sebagai penumpang perdana pesawat angkasa Big Falcon Rocket (BFR) dan mengelilingi bulan pada 2023. (DAVID MCNEW/AFP)

Orang dekat Musk pun mengatakan, Musk khawatir kesepakatan dengan SEC ini bisa mempengaruhi perusahaan lain yang dijalankannya.

Sebut saja SpaceX dan Boring Company yang kini tengah menggalang pendanaan dari investor-investor.

Juru bicara Tesla menyebut, SEC telah memberi keringanan kepada seluruh perusahaan Musk yang lain, sehingga kesepakatan yang sama tidak akan diajukan kepada SpaceX maupun Boring Company.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓