Kembangkan Talenta eSports di Tanah Air, ESL Gandeng Salim Group

Oleh Yuslianson pada 21 Sep 2018, 13:30 WIB
Diperbarui 23 Sep 2018, 13:13 WIB
Intel Extreme Masters

Liputan6.com, Jakarta Kabar gembira datang dari dunia eSports di Indonesia. Salim Grup dan ESL (Electronic Sports League) baru saja mengumumkan kemitraannya dalam pengembangan olahraga elektronik ini di Tanah Air.

Bersama dengan Salim Group, ESL akan membawa seri National Championships, liga eSports yang sudah teruji keberhasilannya di lebih dari 20 negara di dunia ini ke Indonesia.

Rencananya, babak pertama ESL National Championships akan diadakan secara online dan diakhiri babak final offline yang akan berlangsung pada 2019.

“Kami sangat senang telah menemukan mitra strategis yang tertarik dengan pertumbuhan eSports di Indonesia,” kata Nick Vanzetti, Wakil Presiden Senior ESL Asia Pasifik dan Jepang dalam keterangan resmi yang Tekno Liputan6.com terima, Jumat (21/9/2018),

Ia melanjutkan, “Salim Group, dengan reputasi yang mendunia dan sejarahnya yang kuat di Indonesia, sangat cocok untuk apa yang kami targetkan untuk membangun pasar di tahun-tahun mendatang.”

Selain menggelar turnamen National Championships, ESL dan Salim Group akan bekerja sama dalam mengembangkan komunitas eSports yang sehat dan berkesinambungan untuk Indonesia.

Dengan populasi gamer yang masih muda dan sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia, Indonesia siap untuk menjadi salah satu pasar terbesar dalam industri gim dan eSports.

ESL Indonesia (Doc: ESL)

Sayang, masih belum ada informasi judul gim apa yang dipertandingkan dalam gelaran kompetisi National Championships ESL Indonesia mendatang.

Informasi, ESL merupakan perusahaan eSports independen terbesar di dunia. Organisasi ini mengoperasikan liga dan turnamen berlevel tinggi, bertaraf internasional dan nasional seperti Intel Extreme Masters, ESL One, National Championships ESL dan acara setingkat besar lainnya, serta grassroots amateur cups, leagues dan matchmaking systems.

2 of 3

Atlet eSports Juga Kebagian Bonus

Eksibisi eSports Asian Games 2018. Liputan6.com/Yuslianson

Gelaran Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang sudah berakhir lebih dari seminggu yang lalu.

Dengan perolehan 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu, Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-4 untuk perolehan medali di Asian Games 2018.

Berkat prestasi tersebut, tidak mengherankan bila pemerintah mengapresiasi para atlet dengan mengucurkan bonus dengan nilai yang besar.

Namun bagaimana dengan para atlet yang berlaga di cabang olahraga eksibisi, seperti eSports?

Meski hanya berstatus sebagai cabang eksibisi, prestasi atlet eSports di Asian Games 2018 ternyata tidak luput dari perhatian pemerintah, khususnya Kemenpora RI.

Meraih 1 medali emas dan 1 medali perak berturut-turut di nomor Clash Royale dan Hearthstone, atlet eSports Tanah Air didaulat hadir di tengah-tengah raker Kemenpora dengan Komisi X DPR pada Kamis (6/9/2018).

Bertempat di Ruang Nusantara I Gedung MPR/DPR, para atlet eSports disambut oleh pemerintah yang diwakili oleh Kemenpora. Dalam pertemuan tersebut, Kemenpora resmi memberikan kucuran uang bonus dan sertifikat.

Dilansir Bola.com, Jumat (7/9/2018), Menpora Imam Nahrawi memberikan uang bonus senilai Rp 60 juta masing-masing untuk dua orang atlet dan seorang pelatih di nomor-nomor yang meraih medali.

Sementara itu, seluruh atlet eSports yang bertanding di Asian Games 2018 diberikan sertifikat khusus.

Khusus untuk peraih medali emas di cabang Clash Royale, Ridel Sumarandak, pemberian bonus dan sertifikat diwakili oleh ketua Asosiasi E-Sports Indonesia (IeSPA), Eddy Lim.

3 of 3

SEA Games 2019 Akan Pertandingkan Gim Dota 2 dan League of Legends

Presiden Federasi Olahraga Elektronik Asia (AESF), Kenneth Fok, bertekad mewujudkan impian eSports untuk dipertandingan di Olimpiade 2020. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Meski hanya sebatas cabor (cabang olahraga) eksibisi di Asian Games 2018, eSports nyatanya mendapatkan sambutan yang luar biasa dari warga Indonesia ataupun negara peserta ajang tersebut.

Melihat hal tersebut, Federasi eSports Asia (AeSF) giat mendorong wacana sebagai cabang olahraga prestasi di SEA GAmes 2019 Manila.

Jika ada enam gim yang dipertandingkan di Asian Games 2018, rencananya SEA Games tahun depan bakal mempertandingkan Dota 2, League of Legends (LOL), dan satu gim lain yang belum diungkap.

"Dota 2 sangat populer di Filipina. Karenanya, mereka jelas punya peluang besar untuk meraih medali emas di nomor ini," kata ketua IeSPA, Eddy Lim, yang dikutip dari Bola.com, Jumat (7/9/2018).

"Tak hanya itu, Filipina memiliki atlet eSports handal pada nomor tersebut. Saya sendiri berharap jumlah nomor yang dipertandingkan bisa bertambah dari tiga menjadi lima atau enam judul," katanya.

(Ysl/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓