Bakal Ditutup, Warganet Ucapkan #TerimaKasihPath

Oleh Andina Librianty pada 17 Sep 2018, 17:41 WIB
Diperbarui 19 Sep 2018, 17:13 WIB
Path

Liputan6.com, Jakarta - Media sosial Path akan menutup layanannya pada bulan depan secara bertahap. Menjelang penutupan, warganet pun bernostalgia dengan kenangan mereka bersama Path di Twitter.

Pantauan tim Tekno Liputan6.com, Senin (17/9/2018), tagar #terimakasihpath saat berita ini ditulis menduduki posisi puncak lini masa Indonesia. Berikut beberapa kicauan warganet dengan tagar #terimakasihpath.

"Pada ngucapin #terimakasihpath di twitter sampe jadi trending. Ini tuh semacam aku yang beri kenangan, dia yang dapat hangat rasamu. Udah gitu ditinggal nikah duluan. Memang air susu dibalas air tuba itu benar adanya" kicau pengguna dengan akun @virazulfa.

Pemilik akun @MissVaany menulis, "Sedih path di tutup. Padahal aku ingin seperti path yang menemanimu dari awake sampai sleeping #terimakasihpath".

"Cuma di path yg bisa sombong tanpa keliatan sombong *keluar kota atau keluar negeri pas bukak path langsung check in sendiri #terimakasihPATH," demikian twit dari @leniqeede.

2 dari 2 halaman

Path Tak Bisa Diakses Mulai 18 Oktober 2018

Co-founder dan CEO Path, Dave Morin
Co-founder dan CEO Path, Dave Morin (Liputan6.com)

Path akan memberhentikan layanannya secara bertahap mulai Oktober 2018. Per 1 Oktober 2018, pengguna Android dan iOS tidak lagi bisa mengunduh atau memperbarui aplikasi Path. Kemudian, per 18 Oktober 2018, layanan ini akan akan bisa lagi diakses.

Tahapan akhir akan terjadi pada 11 November, yaitu penutupan customer service. Bersamaan dengan pengumuman penutupan yang dirilis pada hari ini, Senin (17/9/2018), tim Path juga merilis versi terbaru aplikasi agar pengguna dapat mengunduh data yang pernah diunggah ke layanan tersebut.

"Dengan berat hati, kami mengumumkan bahwa kami akan berhenti menyediakan layanan yang kami cintai, Path," demikian bunyi pengumuman tersebut.

Path mengakhiri layanannya setelah delapan tahun menghiasi hari-hari sejumlah warganet. Media sosial ini juga pernah meraup sukses di Indonesia, sampai memiliki kantor perwakilan.

Sayang, popularitasnya tergerus oleh sejumlah media sosial lain yang lebih agresif mempromosikan layanannya.

(Din/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓