Go-Jek Kolaborasi di Vietnam, Menkominfo Berkomitmen Dukung Startup Digital

Oleh Andina Librianty pada 13 Sep 2018, 10:30 WIB
Diperbarui 13 Sep 2018, 10:30 WIB
Menkominfo
Perbesar
Menkominfo Rudiantara saat ditemui di Kampus Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, Rabu (21/3/2018). (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menyambut baik kolaborasi layanan Go-Jek di Vietnam, yaitu Go-Viet. Ia berharap kehadiran Go-Viet menjadi pendorong bagi startup-startup Indonesia lainnya.

"Semoga momen ini tidak berhenti di sini, bisa memicu legacy-legacy lainnya di ranah digital," tutur Rudiantara seperti dikutip dari keterangan resminya, Kamis (13/9/2018).

Ia juga melihat Go-Viet merupakan pembuktian, Indonesia bisa memiliki kesempatan yang sama dengan negara maju di ruang digital. Menurutnya, cakrawala pandang terhadap pasar jadi lebih luas terbentang.

"Go-Jek mampu melihat peluang tersebut sekaligus mampu mengeksekusinya. Semoga langkah Go-Jek menjadi pelecut dan inspirasi bagi teknopreneur di Indonesia, bahwa mereka juga akan mampu jika jeli dan berusaha keras," ungkapnya.

Kominfo juga nenegaskan akan terus memfasilitasi startup atau unicorn Indonesia lainnya untuk go regional dan go global, seperti yang selama ini telah dilakukan melalui sejumlah program. Beberapa di antaranya adalah Gerakan 1000 Startup dan Nexticorn.

 

2 dari 3 halaman

Gerakan 1000 Startup dan Nexticorn

Ilustrasi Startup (iStockPhoto)

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah sebuah gerakan yang difasilitasi Kominfo untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di tahun 2020, dengan mencetak 1000 startup yang menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.

Nexticorn atau Next Indonesian Unicorn merupakan program Kominfo yang berupaya untuk menciptakan marketplace yang lebih terstruktur, dan tertata bagi para startup untuk bertemu investor dalam memperoleh pendanaan.

Adapun peluncuran resmi Go-Viet di Hanoi, Vietnam, pada Rabu (12/9/2018), dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Presiden Republik Indonesia - Joko Widodo, Menteri Transportasi Vietnam - Nguyen Van The, Kepala Kantor Presiden Vietnam - Dao Viet Trung, Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam - Nguyen Phuong Nga.

Selain itu, juga turut hadir Wakil Kepala Komite Keselamatan Berkendara Nasional Vietnam - Khuat Viet Hung, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia - Rudiantara, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia - Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Indonesia - Retno Marsudi, dan Sekretaris Kabinet Indonesia - Pramono Anung.

3 dari 3 halaman

Jokowi Apresiasi Kolaborasi Go-Jek di Vietnam

Presiden Jokowi hadiri acara peresmian Go-Viet. (Doc: Istimewa)

Seperti disebutkan sebelumnya, peluncuran resmi layanan kolaborasi Go-Jek di Vietnam juga dihadiri oleh orang nomor 1 di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan kolaborasi yang telah dilakukan Go-Jek.

“Saya ingin mengucapkan selamat atas suksesnya Go-Jek kerjasama dengan Vietnam menjadi Go-Viet," ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (13/9/2018).‎

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menyatakan, pemerintah Indonesia akan terus mendukung masuknya teknologi yang berasal dari Indonesia ke berbagai negara tetangga.

“Sudah masuk ke sini artinya teknologi dari anak-anak bangsa diterima masuk untuk negara-negara lain,” lanjut dia.

Sementara itu, CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengungkapkan, keberadaan Go-Viet diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para mitranya. ‎

"Go-Viet dikembangkan khusus untuk Vietnam. Go-Viet bertujuan bukan saja untuk memudahkan pengguna di Vietnam, tapi juga meningkatkan kesejahteraan para mitra," ungkap Nadiem.

(Din/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓