Perbedaan Visi Jack Ma dan Bill Gates dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia

Oleh Jeko I. R. pada 10 Sep 2018, 12:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 17:53 WIB
Jack Ma

Liputan6.com, Jakarta - Jack Ma baru saja mengumumkan akan meninggalkan posisinya sebagai Executive Chairman Alibaba Group.

Salah satu orang terkaya di Tiongkok tersebut juga mengungkap rencana masa depan yang akan dilakukan setelah 'pensiun' dari Alibaba.

Kepada Quartz, Senin (10/9/2018), Jack Ma mengutarakan keinginannya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dengan mendedikasikan waktu dan hartanya untuk beramal. Salah satu bentuk 'amal' yang bakal dikeluarkan adalah dengan mengajar.

"Suatu hari nanti, sesegera mungkin saya ingin kembali mengajar. Ini adalah sesuatu yang menurut saya bisa dilakukan lebih baik ketimbang menjadi CEO Alibaba," kata Jack Ma.

Seperti diketahui, didirikan sejak 1999 hingga kini, Alibaba menjadi perusahaan dengan nilai tinggi sebesar US$ 420 miliar.

Tak heran jika Jack Ma ingin menyumbangkan sebagian besar harta untuk kegiatan filantropis layaknya yang dilakukan Bill Gates saat ia meninggalkan Microsoft.

Maka dari itu, langkah yang dilakukan Jack Ma bisa dibilang sama dengan Bill Gates.

"Banyak hal yang saya pelajari dari Bill Gates. Saya tidak pernah bisa menjadi kaya, tetapi hal lain yang bisa dilakukan adalah pensiun lebih dini," lanjutnya.

Meski memiliki tujuan yang sama ingin meningkatkan kualitas hidup manusia lebih baik, Jack Ma dan Bill Gates ternyata memiliki perbedaan visi.

Jack Ma lebih berfokus pada pendidikan, sedangkan Bill Gates justru ingin meningkatkan kesehatan manusia.

2 dari 3 halaman

Kaya Raya, Mengapa Bill Gates Hobi Sumbang Banyak Uang?

Bill Gates Serukan agar Warga Dunia Waspada Penyakit Pandemi (Paolo Bona/Shutterstock)
Bill Gates Serukan agar Warga Dunia Waspada Penyakit Pandemi (Paolo Bona/Shutterstock)

Bill Gates dan pasangannya, Melinda Gates memang selalu fokus melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di bidang kesehatan.

Setiap tahunnya, Bill Gates dan istrinya menulis surat tahunan. Kali ini, selain bercerita tentang optimisme, mereka juga menjawab tentang Presiden Trump serta alasan mereka menyumbang banyak uang. 

"Ada dua alasan. Satu, karena ini adalah pekerjaan yang sangat berarti. Bahkan sebelum kami menikah, kami sering berbicara kelak kami akan menghabiskan banyak waktu untuk pekerjaan filantropi," tulis Gates dalam suratnya, seperti Tekno Liputan6.com kutip dari gatesnotes, Sabtu (17/2/2018).

"Kami berpikir itulah tanggung jawab dasar bagi siapapun yang punya banyak uang. Sekalinya kau bisa mengurus diri dan anakmu, yang terbaik adalah dengan menggunakan kekayaan ekstra untuk memberikannya kembali pada masyarakat," lanjutnya.

Bill Gates mengaku, dirinya sangat senang mengeluarkan banyak uang untuk keperluan masyarakat.

"Kami suka menggail sains di belakang kerja kami. Di Microsoft, saya mendalami ilmu komputer. Di yayasan, ilmu komputer plus biologi, kimia, agronomi dan lainnya," tukas pria berkacamata ini.

3 dari 3 halaman

Dunia Lebih Aman

Bill Gates
Bill Gates pada tahun 1994 (Sumber: Business Insider)

Bill Gates juga mengeluarkan uneg-unegnya soal keadaan dunia yang berlangsung pada zaman sekarang. M

enurutnya, dunia berjalan ke arah yang lebih baik meski banyak tragedi yang berlangsung di sejumlah negara.

"Banyak headline yang berisikan kabar-kabar mengerikan. Setiap hari membawa sebuah cerita berbeda tentang perpecahan politik, kekerasan, atau bencana alam. Walaupun begitu, kami melihat sebuah dunia yang semakin baik."

Ia juga menjamin kalau dunia kini lebih aman ketimbang satu dekade lalu, jumlah anak-anak yang sekolah makin bertambah, dan angka anak-anak yang meninggal berkurang drasis semenjak 1990.

"Namun menjadi seseorang yang optimistis bukan berarti hanya mengetahui bahwa kehidupan dulu lebih buruk. Melainkan mengetahui bahwa hidup dapat bertambah baik. Dan itulah yang membakar rasa optimisme kami," tandasnya.

(Jek/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓