Tik Tok Bersatu dengan Musical.ly, Tawarkan Platform Lebih Segar

Oleh Agustinus Mario Damar pada 02 Agu 2018, 19:38 WIB
Diperbarui 04 Agu 2018, 19:13 WIB
Tik Tok

Liputan6.com, Jakarta - Tik Tok baru saja mengumumkan bahwa platform-nya akan bergabung dengan Musical.ly. Penggabungan ini dilakukan setelah layanan asal Tiongkok itu mengakusisi Musical.ly pada tahun lalu.

Penggabungan dua layanan ini nantinya menciptakan platform aplikasi baru berbasis global. Platform baru ini akan hadir dengan sejumlah peningkatan sistem, tapi tetap menggunakan nama Tik Tok.

Bersama dengan penggabungan ini, platform tersebut akan menampilkan logo dan tampilan antarmuka yang benar-benar baru. Tidak hanya itu, platform anyar ini juga menawarkan kemampuan yang lebih besar untuk kreasi pembuatan video.

Dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (2/8/2018), akun, konten, dan basis fans yang sudah ada di kedua layanan akan secara otomatis ditransfer ke aplikasi Tik Tok baru. Karenanya, para kreator tetap dapat mempertahankan konten dan basis fans yang sudah dimiliki.

Nantinya, aplikasi anyar Tik Tok ini akan menggabungkan elemen paling populer dari kedua aplikasi. Salah satunya adalah feed 'For You' yang menyajikan kurasi rekomendasi video hasil personalisasi berdasarkan preferensi tampilan.

Beberapa fitur anyar yang diperkenalkan di aplikasi ini adalah fitur reaction, yang memungkinkan pengguna bereaksi terhadap video hasil kreasi teman-temannya langsung dari smartphone.

Ada pula tool kreatif yang telah disempurnakan seperti filter isyarat interaktif yang dapat mengikutsertakan seluruh badan pengguna. Tersedia pula, filter dengan tipe virtual reality (VR) yang dapat diaktivasi dengan cara berkedip dan efek green screen.

"Musical.ly baru-baru ini telah mencapai suatu prestasi penting, yakni 100 juta pengguna aktif dan kami gembira memasuki babak baru. Bergabungnya Tik Tok dan Musical.ly merupakan hal lumrah karena keduanya memiliki misi sama, yakni membentuk komunitas dengan semua orang menjadi kreator," tutur Co-founder Musical.ly dan SVP Tik Tok, Alex Zhu.

2 of 3

Bentuk Dukungan Tik Tok untuk Para Kreator

Tik Tok
Kemkominfo Resmi Blokir Tik Tok. Liputan6.com/ Yuslianson

Sebagai bagian dari komitmen Tik Tok untuk para kreator, perusahaan juga meluncurkan serial program kreator untuk membantu memberikan dukungan teknis, wawasan, dan petunjuk mengenai strategi pertumbuhan.

Selain pengalaman pengguna yang ditingkatkan, Tik Tok meluncurkan pusat keamanan baru yang membantu pengguna menemukan sejumlah topik yang dibutuhkan.

Peningkatan juga dilakukan dengan fitur manejemen waktu yang memberi tanda saat pengguna sudah memakainya lebih dari dua jam.

Versi terbaru dari aplikasi Tik Tok ini sudah tersedia di App Store dan Google Play Store. Nantinya, pengguna Musical.ly yang melakukan pembaruan akan secara otomatis ditingkatkan ke aplikasi Tik Tok terkini.

Perpaduan platform ini sekaligus memungkinkan pengguna terlibat dengan jaringan yang lebih luas, seperti di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia.

3 of 3

Tik Tok dan Kementerian PPPA Gelar Kampanye Edukasi Anak

Aplikasinya Diblokir, Manajemen Tik Tok Temui Menkominfo
SVP Bytedance Zhen Liu (kiri) bersama SVP dan CEO Tik Tok Kelly Zhang saat mendatangi Kantor Kemenkominfo di Jakarta, Rabu (4/7). Tik Tok berkomitmen merubah batas usia penggunanya. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, Tik Tok Indonesia baru saja mengumumkan kerja sama dengan Kementerian Permberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (KPPPA) melalui peluncuran sebuah kampanye online untuk memeriahkan Hari Anak Nasional.

Kampanye ini mengajak para pengguna Tik Tok untuk memperingati Hari Anak Nasional 2018 dengan sebuah lagu milik KPPPA.

Dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (21/7/2018), Tik Tok Indonesia membuat dan mempromosikan tantangan dalam aplikasi menggunakan sebuah lagu milik KPPPA.

Pengguna Tik Tok diajak berpartisipasi dengan membuat video menggunakan lagu tersebut dan tagar #AnakGENIUS, kemudian membagikan videonya di berbagai jaringan sosial. Kampanye ini berlangsung dari 20-25 Juli 2018.

Tema kampanye ini berupaya menyampaikan harapan-harapan baik bagi anak Indonesia dengan menggunakan akronim #GENIUS: G (Gesit), E (Empati), NI (beraNI), U (Unggul), dan S (Sehat).

Sebagai bagian dari kerjasama ini, Kementerian PPPA juga telah membuat akun resmi yang berisi video edukasi untuk mendukung hak asasi anak.

Kerja sama ini sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas anak-anak muda Indonesia di era digital. Hal ini pun dinilai dapat membuat Tik Tok memberikan contoh baik untuk aplikasi lainnya.

"Kementerian PPPA dan Tik Tok Indonesia sangat mendukung kampanye Hari Anak Nasional 2018 untuk mengangkat kreativitas anak muda Indonesia di era digital, dengan memberikan edukasi yang positif untuk mendorong kreativitas dan semangat bagi setiap anak di Indonesia dalam peran yang positif. Dengan demikian, Tik Tok dapat menjadi contoh bagi aplikasi-aplikasi lainnya," tutur Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu. 

(Dam/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by