Pemerintah Gelar Simulasi Insiden Siber Guna Amankan Objek Vital Nasional

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 24 Jul 2018, 13:20 WIB
Diperbarui 26 Jul 2018, 13:13 WIB
Simulasi insiden siber

Liputan6.com, Jakarta - Keamanan dunia maya menjadi hal yang penting karena menyangkut banyak bidang. Berbagai bidang yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, sampai hukum pun praktis harus diperhatikan keamanannya karena menyangkut banyak aspek kehidupan.

Oleh karenanya, saat ini keamanan siber menjadi isu prioritas di dunia, termasuk Indonesia. Untuk memastikan keamanan siber, Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional yang bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Konrad Adenaur-Stiftung (KAS) menggelar latihan simulasi bersama insiden siber.

Untuk memastikan keamanan siber, Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional yang bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar latihan simulasi bersama insiden siber.

Sesjen Watannas Doni Monardo mengatakan, aspek keamanan siber termasuk dalam bagian dari tugas negara memberi rasa aman kepada seluruh warga negara.

"Cyber security menjadi salah satu perhatian utama pemerintah Indonesia dan ditujukan untuk mendukung Nawacita dalam mengamankan sektor strategis nasional, kepentingan, dan masyakat," kata Doni saat membuka acara Latihan Simulasi Serangan Siber di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Adapun kegiatan simulasi insiden siber bersama ini diadakan dalam wangka menyiapkan sistem dan personil untuk menghadapi situasi jika suatu saat terjadi serangan pada infrastruktur yang termasuk dalam obyek vital nasional.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam pemaparannya mengatakan, di atas 2017, Indonesia masuk dalam 10 negara yang menjadi target serangan malware.

Kemendagri, kata Tjahjo telah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara untuk melaksanakan kegiatan asesmen keamanan sistem dan infrastruktur. Hal ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini dari ancaman penyadapan dan kebocoran informasi dari pihak tidak bertanggung jawab.

Keamanan siber di Kemendagri menggunakan jalur khusus VPN yang berada di BSSN untuk pengiriman informasi yang sifatnya biasa, terbatas, dan rahasia dengan fitur enkripsi khusus.

2 of 2

250 Juta Insiden Siber Sepanjang 2017

Ketua BSSN
Ketua BSSN Djoko Setiadi (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Sekadar informasi, berdasarkan data Kemkominfo, insiden siber yang berdampak pada 10 juta lebih identitas di Indonesia terus meningkat.

Pada 2014 misalnya, insiden siber berdampak pada 11 juta identitas. Kemudian pada 2015 naik menjadi 13 juta identitas. Sementara, dari Januari hingga November 2017, Id-SIRTII memantau ada 205 juta insiden siber dengan 36 juta serangan berbentuk malware.

Sementara, Kepala BSSN Djoko Setiadi mengatakan, ancaman siber bisa datang dari berbagai sumber. Misalnya negara, hacker, kriminal siber, perusahaan, teroris siber, hingga aktor internal.

"Sama seperti krisis siber yang datang kapan saja, krisis siber yang datang dalam skala besar dan terkoordinasi akan berpotensi mengakibatkan gangguan luas yang mengganggu infrastruktur," kata Djoko.

BSSN pun merekomendasikan kerja sama dan kolaborasi terus ditingkatkan antara pemerintah, publik, dan swasta baik di level regional dan internasional.

(Tin/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓