Usai IPO, Xiaomi Siap Geber Pasar Eropa dan AS

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 09 Jul 2018, 15:05 WIB
Xiaomi Mi 8

Liputan6.com, Hong Kong - Xiaomi baru saja mengumumkan saham perdananya ke publik di Bursa Saham Hong Kong pada Senin 9 Juli 2018. Nilai valuasi Xiaomi tembus angka USD 54,3 miliar atau setara Rp 776 triliun dengan harga per lembar saham sebesar 17 HKD atau Rp 30 ribu.

Lantas, setelah Xiaomi go public, apa yang bakal dilakukan perusahaan? Dalam tanya jawab bersama media, Chief Financial Officer (CFO) Xiaomi, Shou Zi Chew, menyebutkan beberapa rencana untuk Xiaomi.

Salah satu rencana perusahaan adalah mengalokasikan modal mereka untuk masuk ke pasar internasional.

"30 persen modal kami masih akan fokus di RND, terus membuat produk inovatif. 30 persen fokus mengembangkan IoT dan ini tidak hanya smart hardware tetapi juga fokus sebagai perusahaan internet, 30 persen lagi untuk fokus ke ekspansi internasional, dan sisanya general," kata Shou di hadapan media di Hong Kong, Senin (9/7/2018).

Hadir dalam kesempatan yang sama, Senior Vice President Xiaomi, Wang Xiang, mengatakan saat ini Xiaomi sudah melebarkan sayap di 74 negara dan akan terus melanjutkan langkah ini.

Sejak November lalu, kata Xiang, Xiaomi telah menjejaki pasar Eropa Barat seperti Spanyol, Prancis, dan Italia. Dia berkata, Xiaomi akan masuk ke lebih banyak negara Eropa Barat lainnya dan juga Amerika Latin.

"Sudah banyak yang bertanya kapan Xiaomi masuk ke Amerika Latin, dan modal tersebut akan digunakan untuk masuk ke negara-negara lain (di Eropa) dalam beberapa waktu ke depan. Kami juga ingin lebih banyak masuk ke negara-negara lain di Eropa," tutur Xiang.

Menurutnya, Xiaomi terus bekerja keras untuk memenuhi berbagai persyaratan untuk masuk ke negara-negara lainnya. "Butuh lebih banyak waktu dan tenaga untuk bisa masuk ke negara baru, tapi kami bisa melihat sesegera mungkin Xiaomi masuk ke pasar Eropa Barat," ujar Xiang.

 

2 of 2

Bakal Sambangi Amerika Serikat

CEO sekaligus Founder Xiaomi, Lei Jun, saat memberikan sambutan dalam IPO perusahaan di Bursa Saham Hongkong, Senin (9/7/2018). (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).

Selain Eropa, beberapa waktu lalu Xiaomi juga diwartakan bakal mulai jualan smartphone di Amerika Serikat. Hal itu kembali dibahas oleh Xiang.

"Kami sangat excited ingin masuk ke pasar Amerika Serikat, tetapi untuk smartphone karena perbedaan spesifikasi spektrum, saat ini kami harus bekerja keras dulu untuk memenuhi hal tersebut," katanya, tanpa menyebut kapan bakal mulai jualan smartphone di Amerika Serikat.

Meski demikian, sebenarnya Xiaomi bukannya tidak dikenal sama sekali. Buktinya, perusahaan Tiongkok itu telah mulai menjual berbagai perangkat IoT di Amerika Serikat.

"Kami sekarang sudah ada di pasar Amerika Serikat untuk produk ekosistem dan bermitra dengan Amazon serta Wallmart dan kami sudah mulai jualan di sana dari tahun lalu," ujar Xiang.

CEO Xiaomi, Lei Jun, dalam suratnya pada internal perusahaan mengatakan, setelah IPO, perusahaan kian menambah kategori produknya.

Tanpa ragu Lei Jun juga menyebut, potensi nilai produk Xiaomi di pasar-pasar yang belum dijamah mencapai 100 miliar Yuan atau setara Rp 216 triliun.

Sekadar diketahui, menjual smartphone di luar Tiongkok merupakan hal penting buat Xiaomi. Pasalnya kontribusi bisnis internasional Xiaomi per kuartal pertama 2018 mencapai 36 persen dari total pendapatan Xiaomi.

(Tin/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓