Virgin Galactic Bakal Kirim Turis Tamasya ke Luar Angkasa

Oleh Jeko I. R. pada 09 Jul 2018, 16:00 WIB
Diperbarui 09 Jul 2018, 16:00 WIB
Virgin Galactic
Perbesar
Foto: dok. Virgin Galactic

Liputan6.com, California - Tamasya ke luar angkasa sepertinya bukan lagi jadi hal baru. Masih sedikit perusahaan yang menggelar program ini, Virgin Galactic bisa dibilang salah satunya.

Terbaru, anak usaha dari perusahaan maskapai penerbangan asal Negeri Paman Sam tersebut akan mengadakan program liburan ke luar angkasanya untuk pertama kali di tahun ini.

Mereka memilih Italia sebagai negara pertama yang bisa menjajal program liburan mewah ini.

Dilansir The Verge via Popular Mechanics, Senin (9/7/2018), Virgin Galactics telah bekerjasama dengan dua bandara antariksa di Italia untuk menerbangkan pesawatnya ke ruang hampa udara.

Nantinya, para pelancong yang menggunakan jasa perusahaan bisa merasakan sensasi terbang di antariksa.

Tak cuma itu, Virgin Galactics juga bermitra dengan anak usaha Badan Antariksa Italia, Altec, dan perusahaan antariksa swasta Italia Sitael untuk menyediakan armada penerbangan ke luar angkasa.

Pendiri Virgin Group Richard Branson mengungkap alasan perusahaan memilih Italia sebagai negara pertama yang merasakan liburan ke luar angkasa.

"Italia telah menjadi 'rumah' bagi inovator terkemuka dan menjadi saksi bisu penemuan hebat yang membentuk pengalaman manusia yang lebih baik. Saya pikir Italia memiliki visi yang sama dengan kami sehingga kami memutuskan Italia menjadi tempat lepas landas pesawat komersil ke luar angkasa," ujar Branson.

Untuk diketahui, Virgin Galactics kini memiliki satu pesawat luar angkasa bernam VSS Unity.

Pesawat itu juga telah melakukan uji penerbangan, tetapi belum pernah terbang ke luar angkasa sama sekali.

Pesawat ini dirancang untuk menampung penumpang ke luar angkasa hanya dalam waktu kurang dari 30 menit.

Sampai saat ini, program liburan ke luar angkasa tersebut telah menampung 700 calon penumpang dengan tiket seharga US$ 250 ribu atau setara dengan Rp 3,5 miliar.

2 dari 3 halaman

SpaceX Ingin Bawa Manusia Liburan ke Bulan pada 2018

Lewat Roket Falcon Heavy, Ini Mobil Listrik Pertama yang ke Luar Angkasa
Perbesar
Bagian kemudi dari mobil Tesla Roadster yang dilengkapi manekin astronot saat berada di roket Falcon Heavy (6/2). Roket tersebut berhasil diluncurkan pada Rabu (7/2) pagi atau Selasa pukul 15:45 waktu Florida, Amerika Serikat. (Ho/SpaceX/AFP)

Lain lagi dengan SpaceX. Perusahaan antariksa swasta milik miliarder Elon Musk tersebut diketahui ingin membawa manusia 'berlibur' ke bulan dalam waktu yang singkat. Program tersebut rencananya akan diadakan pada 2018.

Seperti dilansir New York Times, program tersebut diumumkan langsung oleh Musk di sebuah konferensi yang diadakan belum lama ini.

Diungkapkan olehnya, program tersebut akan membawa dua orang untuk terbang dengan wahana khusus SpaceX mengitari bulan dari jarak dekat.

"Mereka akan memutari bulan dan anggaplah ini sebagai liburan ala kapal pesiar di luar angkasa," kata Musk.

3 dari 3 halaman

Dragon 2

Falcon Heavy
Perbesar
Peluncuran roket SpaceX Falcon Heavy (Sumber: CNN Money)

Dua orang yang ikut nanti akan berada di dalam wahana kapsul Dragon 2 selama satu minggu penuh di luar angkasa, sedangkan wahana tersebut akan diluncurkan lewat roket Falcon Heavy.

Dragon 2 memiliki sejumlah kru yang sudah mengikuti emergency training rutin.

Sayangnya, Musk tidak membocorkan berapa harga yang harus dibayarkan oleh penumpang untuk bisa pergi ke bulan.

Ia hanya memberikan gambaran, harga yang nantinya harus dibayar setara dengan biaya misi kru perjalanan luar angkasa ke bulan.

SpaceX bukanlah yang pertama mencetus program liburan ke luar angkasa. Ada sejumlah perusahaan teknologi lain yang sudah lebih dulu mengatur program liburan antariksa untuk kalangan konglomerat atau astronom dengan harga bombastis.

Adapun di antaranya seperti Space Adventures, Virgin Galactic dan Blue Origin.

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓