XL Axiata dan Kemenhub Sediakan Informasi Mudik Digital

Oleh Andina Librianty pada 06 Jun 2018, 17:00 WIB
Diperbarui 08 Jun 2018, 16:13 WIB
XL Axiata

Liputan6.com, Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan instansi lainnya seperti Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Korlantas Polri, untuk menyuguhkan informasi mudik dalam format digital.

Kehadiran layanan ini seiring semakin banyaknya masyarakat mencari informasi mengenai perjalanan mudik melalui perangkat digital atau internet.

Pelanggan XL bisa mengakses informasi mudik tersebut melalui sejumlah layanan digital yang tersedia, antara lain SMS location based advertising (LBA) di titik-titik mudik. Hal ini membuat penyampaian informasi mudik menjadi lebih efektif.

Informasi mudik juga bisa diakses melalui situs web www.sisternet.co.id, yang merupakan saluran komunitas perempuan binaan program Sisternet XL Axiata.

Selain itu, juga bisa diakses melalui saluran MyXL. Pelanggan XL Axiata mulai bisa mendapatkan informasi seputar mudik ini antara H-10 hingga H+10 lebaran.

"Kami di XL Axiata menyambut baik upaya pemerintah untuk mulai memanfaatkan teknologi digital guna menyampaikan pesan atau informasi kepada publik mengenai barbagai hal, salah satunya informasi seputar mudik ini oleh Kemenhub," ungkap Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya, seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu (6/6/2018).

Diungkapkan Yessie, XL Axiata memiliki komitmen kuat untuk membantu pemerintah menghadirkan sarana digital untuk mengakses informasi bagi masyarakat.

"Selain itu, pesan dalam format digital juga akan lebih efektif dan efisien," sambungnya.

2 dari 3 halaman

Informasi Bentuk Cetak Kurang Efektif

BTS XL Axiata
BTS XL Axiata (Foto: XL Axiata)

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, mengatakan penyebaran informasi dalam bentuk digital memiliki dampak lebih luas dan mudah. Hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena kala itu informasi seputar mudik masih banyak dituangkan dalam bentuk hardcopy atau cetak. Salah satunya, Peta Mudik yang dibagikan pemerintah kepada masyarakat.

"Untuk saat ini, format seperti itu (cetak) kurang efektif karena rentan hilang atau rusak, serta butuh biaya tidak sedikit untuk mencetaknya. Pemerintah membutuhkan digital untuk menyebarkan informasi seputar mudik, karena cakupannya lebih luas, bisa diakses kapan saja dan dimana saja," jelas Budi.

Budi menambahkan, proses digitalisasi informasi seputar mudik Lebaran 2018 merupakan inovasi bagi pemerintah dalam memberikan layanan informasi kepada mayarakat.

"Informasi dalam bentuk digital dan bisa diakses melalui smartphone, diharapkan bisa menyajikan informasi yang lebih mudah dipahami bagi masyarakat pada umumnya, khususnya pelanggan XL. Apalagi tidak semua orang merasa nyaman dan mahir membaca informasi Peta Mudik yang selama ini dibuat oleh pemerintah," katanya.

Adapun informasi mengenai mudik dalam format digital ini, antara lain meliputi informasi call center dan nomor telepon darurat yang bisa dihubungi pemudik terkait kebutuhan mudik, daftar tarif jalan tol Jawa, daerah rawan kecelakaan, serta Posko Kesehatan dan rest area yang disediakan Kemenhub.

Selain itu, juga ada informasi mengenai persiapan sebelum melakukan perjalalan mudik, seperti seputar kesehatan sebelum dan selama mudik, himbauan menyiapkan e-money (uang elektronik), hingga informasi mengenai objek wisata di sepanjang jalur mudik.

3 dari 3 halaman

Papan Penunjuk Arah di Jalur Pantura

Cirebon Titik Jenuh Saat Mudik, 27 Kantor Polsek Jadi Rest Area
Suasana mudik Lebaran di Pantura Cirebon. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

XL Axiata juga bekerja sama dengan kepolisian dan instansi terkait di sejumlah daerah yang dilintasi arus utama mudik di Jawa. Salah satunya, kerja sama dengan Polres Indramayu, Jawa Barat, dalam menyediakan papan dan baliho penunjuk arah.

Mengingat wilayah Kabupaten Indramayu merupakan salah satu daerah yang dilintasi jalur utama mudik via Pantai Utara Jawa, papan penunjuk arah sangat dibutuhkan. Apalagi, banyak jalur alternatif di wilayah ini yang bisa dilalui oleh pemudik jika jalur utama Pantura mengalami kepadatan atau bahkan macet.

Tidak kurang dari 44 papan penunjuk arah dan beberapa baliho besar dari XL Axiata telah mulai dipasang di sepanjang jalur Pantura, yang menjangkau 17 kecamatan, dari mulai perbatasan Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu sampai perbatasan Kabupaten Cirebon. Selain itu, juga terpasang di jalan menuju Bandara Kertajati dari Kabupaten Indramayu, dan ke arah tol Cipali.

(Din/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓