Rudiantara: Kita Tidak Mati Bila Puasa Medsos

Oleh Tommy Kurnia pada 29 Mei 2018, 19:00 WIB
Diperbarui 29 Mei 2018, 19:00 WIB
Menkominfo
Perbesar
Menkominfo Rudiantara saat ditemui di Kampus Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, Rabu (21/3/2018). (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara gencar menekankan pentingnya puasa media sosial (medsos). Meski sempat mendapat penentangan dari publik, tapi ternyata Rudiantara tetap percaya diri akan idenya.

"Saya ajak masyarakat untuk puasa medsos. Kita ini puasa bukan berarti tidak makan. Ketika puasa medsos, bukan berarti tidak menggunakan medsos sama sekali, hanya saja lebih diatur penggunannya," ucap Rudiantara saat berkunjung ke pabrik Advan, Senin (28/5/2018) di Semarang kemarin.

"Toh, Kita tidak mati bila puasa menggunakan media sosial," paparnya.

Rudiantara menjelaskan, puasa medsos bisa mengurangi terjadinya kasus-kasus negatif di dunia maya akibat orang yang lupa diri ketika berkomunikasi karena merasa seperti raja atas ponsel mereka.

"Keluar kata-kata yang tidak sopan, hilangnya adiluhung, peradaban, dan sebagainya. Banyak yang seperti itu di medsos begitu, mentang-mentang kita tak berhadap-hadapan," jelasnya.

Ia memaparkan, kejadian demikian terjadi karena secara psikologis ada perbedaan saat berinteraksi di dunia maya dan secara langsung. Sebab, saat berinteraksi secara langsung masih ada rasa segan dan norma-norma yang berlaku.

Rudiantara pun mengajak pengguna medsos agar berpikir selayaknya di dunia nyata saat berinteraksi.

"Saya ajak kepada siapapun yang bermedia sosial, berpikirlah seolah kita di dunia nyata, bukan di dunia maya. Di dunia nyata ada tatanan sosial dan agama yang membatasi kita untuk serta merta mengekspresikan segalanya," ujar Rudiantara.

"Kita jaga kesehatan dan pola pikir perihal cara memakai medsos. Harus bijak. Jangan biarkan jempol lebih cepat dari pikiran."

 


Jangan Pakai Medsos Kalau Enggak Penting-Penting Amat

Facebook
Perbesar
Ilustrasi media sosial (Foto: Facebook)

Wacana puasa medsos digaungkan Rudiantara setelah terkuaknya skandal Cambridge Analytica. Ia pun mengimbau agar masyarakat sebaiknya tak mengakses media sosial terlebih dulu.

"Kalau memang enggak penting-penting amat, jangan pakai media sosial dulu. Tunggu seluruhnya rapi kembali," ujarnya saat bertemu dengan awak media di kantor Kemkominfo di Jakarta.

Kendati demikian, ia sebenarnya tak melarang penggunaan media sosial. Namun, Rudiantara menuturkan masyarakat harus berhati-hati soal berbagi data pribadi di media sosial.

"Kalau tidak perlu, puasa dulu lah. Nanti sampai kita atur baru dilanjutkan. Kalau memang terpaksa, harus hati-hati dengan informasi yang ingin dibagikan media sosial'" tuturnya menjelaskan.

Rudiantara pun sempat kena bully akibat himbauan yang ia berikan, tetapi ia tetap teguh pada argumennya perihal puasa medsos.

(Tom/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya