Layanan 4G Telkomsel Kini Hadir di Pulau Sebira

Oleh Liputan6.com pada 14 Mei 2018, 20:00 WIB
Diperbarui 14 Mei 2018, 20:00 WIB
XL
Perbesar
Seorang petugas di menara BTS berupaya memperkuat jaringan XL di sepanjang tol baru untuk keperluan mudik 2017 (Sumber: XL Axiata)

Liputan6.com, Pulau Sebira - Telkomsel baru saja menyediakan layanan 4G LTE di Pulau Sebira, Kepulauan Seribu.

Menurut Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel, Ririn Widaryani mengatakan, jaringan Telkomsel di pulau Sebira ini merupakan wujud nyata Telkomsel dalam membangun dan melayani negeri.

"Kini masyarakat pulau Sebira sudah bisa berkomunikasi dengan masyarakat yang ada di daerah lain, bahkan mereka juga sudah bisa menikmati layanan internet cepat 4G LTE yang dapat digunakan untuk mengakses segala macam informasi yang positif dan edukatif sehingga semakin meningkatkan produktivitas masyarakat Pulau Sebira," kata Ririn dalam keterangan resminya, Senin (14//2018).

Didukung dengan jaringan 2G dan 4G LTE, kini layanan Telkomsel telah meng-cover seluruh wilayah di pulau Sebira sejak Rabu 9 Mei 2018.

Selain itu kehadiran jaringan Telkomsel juga mengakomodasi kebutuhan komunikasi penduduk di wilayah pulau Sebira yang jumlahnya mencapai lebih dari 500 jiwa yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.

Sebagai informasi, Pulau Sebira yang memiliki luas 9.5 hektar ini merupakan pulau terluar dari gugus Kepulauan Seribu dan berjarak 126 kilometer dari pantai utara Jakarta.

 

2 dari 2 halaman

12.000 Ribu BTS untuk RAFI 2018

BTS Telkomsel
Perbesar
BTS Telkomsel di desa-desa yang sulit sinyal (Sumber: Dok Telkomsel)

Pada periode RAFI (Ramadan dan Idul Fitri) 2018, Telkomsel menyiapkan 12.000 unit perangkat Base Transceiver Station (BTS) Multi Band di seluruh Indonesia.

Perangkat BTS meliputi tipe frekuensi L900, L1800, L2100, dan L2300. Perangkat akan menyediakan solusi coverage dan kapasitas atas dasar rencana dan survei Telkomsel, terkait area mana yang lebih membutuhkan perangkat dengan frekuensi besar.

"Dari 12.000 BTS ini, 26 persen di antaranya akan menggunakan frekuensi 2.3GHz, 8 persen di 1.2GHz, 60 persen di 1.8GHz, dan 5 persen di 900MHz," tandas Ririek.

Dijabarkan lebih detail, kalau frekuensi 1.8GHz adalah frekuensi utama untuk layanan LTE, maka frekuensi 900MHz justru difokuskan untuk melayani wilayah tidak padat penduduk, yang bisa menghasilkan jangkauan lebih luas.

Sementara, frekuensi 2.1GHz dimanfaatkan untuk menambah layanan LTE, sedangkan frekuensi 2.3MHz digunakan sebagai optimasi layanan wilayah dengan kepadatan pengguna yang tinggi. 

Telkomsel juga menambah kapasitas jaringan pada 579 unit BTS 4G, serta mengoperasikan 73 unit BTS mobile. Perusahaan juga menambah kapasitas gateway internet sebanyak 66 persen dari kapasitas yang ada, menjadi 3288 Gbps.

Tak cuma itu, operator tersebut juga menggenjot kapasitas sistem mereka untuk layanan dan menambah kapasitas layanan isi ulang pulsa.

Selain itu, mereka juga mempersiapkan 772 titik dalam bentuk posko layanan di jalur mudik dan lokasi wisata utama titik jaringan (POI, Point of Interest), seperti bandara, terminal bus, stasiun kereta, pelabuhan, rumah sakit, area padat populasi, pasar, hingga mal.

Dengan demikian, secara total Telkomsel sudah menyiapkan lebih dari 167 ribu unit BTS dan juga lebih dari 35 ribu unit BTS 4G pada periode RAFI 2018.

 

Reporter: Fauzan Jamaludin

Sumber: Merdeka.com

(Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait