Gagal Masuk PTN Favorit? Sistem Pembelajaran Daring Bisa Jadi Solusi

Oleh Tommy Kurnia pada 12 Mei 2018, 16:30 WIB
Diperbarui 14 Mei 2018, 16:13 WIB
World Post Graduate Expo 2018 di Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tahun para pelajar yang lulus sekolah menengah atas (SMA) memasuki masa-masa galau ketika mereka ditolak masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit.

Bagi yang mengalami hal demikian, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah memberikan solusi agar mahasiswa bisa mengambil mata kuliah di universitas negeri favorit mereka.

Kemenristekdikti menghadirkan program SPADA (Sistem Pembelajaran Daring), sebuah sarana pembelajaan e-learning yang fleksibel dan terdistribusi. Jadi, mahasiswa bisa ikut belajar di universitas lain, dan mendapatkan nilai.

"Ini mahasiswa bisa ambil mata kuliah (matkul) perguruan tinggi X, padahal sebetulnya dari perguruan tinggi Y. Nanti belajar online, dan dapat kredit (SKS) yang bisa ditransfer ke perguruan tinggi asal," ucap Kasi PJJ Kemenristedikti Uwes Chaeruman kepada Tekno Liputan6.com, Sabtu (12/5/2018) pada World Post Graduate Expo 2018 di Jakarta.

Sebagai catatan, matkul yang diambil harus sesuai dengan bidang studi mahasiswa di universitas asal mereka.

"Misal saya kuliah studi akutansi di satu universitas, lalu lewat SPADA bisa ikut matkul akutansi di UI, nanti kreditnya (SKS) bisa ditransfer," ujar Uwes.

Perkuliahannya pun komprehensif, ada materi, ujian, diskusi secara online, sehingga tidak sekadar dikasih bahan tulisan.

Sebelum mata kuliah ditawarkan, Kemenristekdikti terlebih dahulu meninjau melalui tim pengujian mutu.

"Kami regulator dan agregator untuk melihat yang terjadi di program ini. Sebelum mata kuliah ditawarkan untuk diambil mahasiswa lain, dipastikan dulu kualitasnya oleh quality assurance team. Kalau sudah oke, baru boleh ditawarkan," jelasnya.

 

2 dari 2 halaman

Universitas yang Berpartisipasi

World Post Graduate Expo 2018 di Jakarta. Liputan6.com/Tommy Kurnia
Booth program SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) di ajang World Post Graduate Expo 2018 di Jakarta. Liputan6.com/Tommy Kurnia

Tidak kurang dari 51 universitas yang terdiri dari pihak negeri dan swasta turut memperkuat program SPADA.

Di antaranya adalah Universitas Indonesia (24 mata kuliah), Universitas Gajah Mada (8 mata kuliah), Institut Teknologi Bandung (15 mata kuliah), dan Universitas Negeri Malang (15 mata kuliah).

Universitas swasta terkenal pun turut diajak bekerja sama, di antaranya Universitas Binus (12 mata kuliah), Universitas Multimedia Nusantara (2 mata kuliah), dan Trisakti Institute of Tourism (8 mata kuliah).

Mahasiswa yang berminat ikut program SPADA bisa terlebih dulu konsultasi dengan dosen universitas asal. Jangan lupa untuk cek dan daftar di resmi SPADA

(Tom/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓