Android P Usung Kecerdasan Buatan untuk Hemat Baterai Smartphone

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 09 Mei 2018, 10:57 WIB
Diperbarui 11 Mei 2018, 10:13 WIB
Fitur Adaptive Battery pada Android P yang diterapkan Google I/O

Liputan6.com, Jakarta - Google tengah menggelar konferensi developer tahunannya yang bertajuk Google I/O di markas Google, Mountain View, California, Amerika Serikat.

Dalam hajatan besar ini Google memperkenalkan berbagai inovasi baru yang akan diterapkan pada produk-produknya. Dalam konferensi Google I/O 2018, Android P menjadi yang paling banyak dibicarakan.

Android P merupakan sistem operasi terbaru milik Google yang belum memiliki nama. Kendati begitu, perusahaan teknologi raksasa ini telah memastikan bahwa Android P akan memiliki sejumlah fitur utama, salah satunya adalah Adaptive Battery.

Mengutip laman Tech Crunch, Rabu (9/5/2018), fitur ini hadir untuk menjawab keluhan banyak orang tentang perangkat mereka yang boros baterai. Dengan Adaptive Battery, baterai di perangkat bisa lebih hemat meski digunakan secara aktif.

Dalam hal ini, Adaptive Battery mengadopsi Google DeepMind, teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan Google selama bertahun-tahun.

Tugas Google DeepMind untuk Android P adalah mempelajari kebiasaan pengguna, kemudian menentukan aplikasi apa yang digunakan, kapan saja, dan membagikan daya ke aplikasi-aplikasi tersebut.

2 of 3

Memonitor Aplikasi Berjalan di Smartphone

Google I/O
Fitur Adaptive Battery pada Android P yang diterapkan Google I/O (Sumber: Tech Crunch)

Kecerdasan buatan Google juga bertugas memonitor konsumsi baterai perangkat dan akan mematikan aplikasi-aplikasi yang jarang dipakai tetapi masih berjalan di background.

Tidak hanya itu, DeepMind juga bertugas untuk menyesuaikan tingkat kecerahan layar, sesuai dengan kebiasaan pengguna.

Menurut keterangan perusahaan, fitur baru ini mampu menghemat daya hingga 30 persen.

VP of Engineering Android team Google Dave Burke menjamin data-data pribadi yang ada di dalam smartphone tetap aman di sana.

"Karena AI hanya berjalan di perangkat Anda," katanya.

Nantinya saat dikombinasikan dengan baterai berkapasitas lebih besar dengan pengisian daya cepat, teknologi Adaptive Battery bisa mengubah cara pengguna berinteraksi dengan perangkat mereka.

Misalnya, saat malam hari pengguna tidak perlu lagi tidur sembari mengisi daya smartphone-nya. Mereka bisa tidur tanpa harus khawatir untuk mengisi daya baterainya.

3 of 3

Tentang Google I/O

CEO Sundar Pichai
CEO Sundar Pichai ketika membawakan keynotes di Google I/O 2017. (Doc: Google HQ)

Google I/O adalah sebuah konferensi pengembang akbar Google yang diselenggarakan setahun sekali. CEO Sundar Pichai turut membuka ajang ini.

Berbagai inovasi Google dipamerkan dalam ajang yang berlangsung di markas pusat Google ini, salah satunya adalah Android P.

Ada pula inovasi pada Google Assistant, Gmail, Google Maps diperkaya dengan augmented reality (AR), Google Photos, hingga Google Lens.

(Tin/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓