Butuh Dana Buat Bangun Startup? Begini Cara Mudah Gaet Investor

Oleh Liputan6.com pada 23 Apr 2018, 20:30 WIB
Diperbarui 25 Apr 2018, 20:13 WIB
Andreas Surya, Vice President Portfolio & Investment dari Kejora. Dok: thenextdev.id/stellamaris

Liputan6.com, Jakarta - Ketika kamu punya ide untuk membangun sebuah startup dan telah siap dikembangkan, keterbatasan dana adalah salah satu kendala. Dalam hal ini, pihak yang bisa membantu pendanaan operasional startup adalah investor.

Namun, mencari investor yang tepat sasaran pun bukan perkara yang bisa mudah dilakukan. Punya kesempatan berkali-kali pitching bukan jaminan presentasi akan diterima.

Yang menjadi faktor kegagalan pitching bisa beragam, seperti artikulasi saat presentasi yang kurang jelas hingga kurang menyeluruhnya informasi yang disampaikan. Akan tetapi, ternyata bukan hanya aspek itu saja yang dilihat oleh investor dari founder startup.

Andreas Surya, Vice President Portfolio & Investment dari Kejora membeberkan secara lebih mendetail saat mengisi The NextDev Academy 2018. Simak yuk penjelasannya!

Eary Stage Seed

Ini adalah tahap awal startup. Umumnya startup awal belum punya aset apapun, kecuali personal dan kapabilitas.

"Syarat early stage biasanya kami melihat kualitas dari tim mereka. Apakah tim solid, punya pengalaman, passion dan drive yang tinggi untuk menjalankan bisnis mereka," jelas Andreas kepada para peserta The NextDev Academy 2018 (22/4).

Nah, saat melakukan pitching dan melakukan presentasi di depan investor, penjelasan tim sebaiknya tidak diletakkan di belakang slide. Sebab beberapa aspek seperti pendidikan, latar belakang, pengalaman tim ternyata menjadi pertimbangan investor.

"Jelaskan tim Anda di slide kedua atau ketiga karena tim menjadi kekuatan startup dan menjadi penilaian," terang Andreas.

 

2 of 2

Seed Funding

Andreas Surya, Vice President Portfolio & Investment dari Kejora. Dok: thenextdev.id/stellamaris
Andreas Surya, Vice President Portfolio & Investment dari Kejora. Dok: thenextdev.id/Stella Maris

Di tahap ini, startup sudah mengalami pertumbuhan. Sama halnya di Early Stage, sebelum menanamkan dana, investor akan melihat seberapa besar potensi bisnis yang dimiliki oleh startup tersebut.

"Ada kriteria lain yang harus dilihat misalnya attraction atau bahasa sederhananya apakah punya outcome yang terukur misalnya revenue, jumlah pelanggan, dan jumlah transaksi. Jadi ada angka outcome matriks tertentu yang kuantitatif," jelas Andreas.

Later Stage

Di tahap ini biasanya kalian membutuhkan dana yang lebih besar untuk membesarkan perusahaan. Kalau di Later Stage, Andreas menjelaskan bahwa para investor lebih melihat angka-angka dan bagaimana apakah startup punya strategi guna mengembangkan bisnis.

"Ya, strategi tepat untuk menumbuhkan angka itu untuk menjadi bisnis yang besar. Selain itu juga harus dipikirkan bahwa startup di level ini paling dipengaruhi oleh startup sejenis di bidang itu atau kompetitor,” terang Andreas.

Sektor Startup yang Dibidik Investor

Tak bisa dipungkiri bahwa setiap startup berburu mencari kucuran dana dari investor. Namun setiap investor memiliki mandat investasi yang berbeda-beda. Andreas menjelaskan secara general jika startup di sektor transportasi ternyata mendapatkan investment paling besar.

“Setelah itu fintech (financial technology) dan termasuk e-Commerce yang masih menjadi salah satu incaran investor. Kalau dilihat Indonesia belum punya akses secara finansial, pasarnya masih luas," pungkas Andreas.

Reporter: Stella Maris

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by