Menangkap Momen Epik di Lombok dengan Fitur Super Slow Motion Galaxy S9

Oleh Agustinus Mario Damar pada 03 Apr 2018, 09:30 WIB
Diperbarui 03 Apr 2018, 09:30 WIB
Samsung Galaxy S9
Perbesar
Fotografer dan Founder Axioo Photography, David Soong. Liputan6.com/ Agustinus Mario Damar

Liputan6.com, Lombok - Samsung baru saja meluncurkan dua smartphone andalannya di Indonesia, yakni Galaxy S9 dan Galaxy S9+. Kedua perangkat ini hadir dengan salah satu fitur unggulan, yakni super slow-motion.

Fitur ini menjadi pembeda karena mampu merekam 960 frame per second (fps) dengan resolusi maksimal 720 piksel. Padahal sebelumnya, fitur slow-motion biasa hanya dapat merekam video dengan 240 fps.

Efek super slow-mo di Galaxy S9 memungkinkan perekaman sebuah momen yang begitu cepat hingga 0,2 detik dapat menjadi enam detik. Perekaman ini juga dapat dilakukan multi-capture hingga 20 kali.

Tekno Liputan6.com pun berkesempatan menjajal fitur ini saat mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam kesempatan itu, kami mengambil video super slow-mo dengan kondisi dan objek yang berbeda.

Menurut fotografer dan pendiri Axioo Photography, David Soong, dengan fitur super slow-motion, pengguna dapat menciptakan momen biasa menjadi lebih dramatis dan epik.

"Momen biasa yang diabadikan melalui super slow-motion akan menjadi lebih dramatis dan pastinya tak biasa," ujar David saat bertemu dengan awak media di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (2/4/2018).

Bagi kamu yang penasaran dengan video super slow-motion dari Samsung Galaxy S9, berikut ini ada beberapa contoh perekaman video super lambat dari dua smartphone anyar tersebut.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hadir dengan Opsi Manual dan Auto

<a href=Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9+ telah resmi diperkenalkan kepada publik oleh produsen teknologi ternama Samsung di Barcelona">

Fitur super slow-motion yang ada di Galaxy S9 dapat digunakan dalam dua modus berbeda, yakni Auto dan Manual. Sesuai namanya, dengan modus manual, pengguna dapat menentukan bagian video yang akan diberi efek super lambat.

Namun untuk modus ini, David mengatakan, penempatan waktu atau timing harus tepat. Sebab, pengguna harus dapat memprediksi terjadinya momen cepat sehingga hasil perekaman dapat sesuai keinginan dan apik.

Sementara untuk modus Auto, pengguna tinggal menentukan objek atau bagian frame yang ingin dijadikan fokus. Pengguna tinggal mengatur kotak putih yang tampak pada layar.

Nantinya, saat ada sesuatu yang bergerak cepat, kamera Galaxy S9 secara otomatis akan merekam momen tersebut dan mengubahnya menjadi video super slow-mo.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kemampuan Dual Aperture Samsung Galaxy S9

<a href=Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus. Liputan6.com/Agustin Setyo W">

Selain fitur super slow motion, kamera Galaxy S9 juga hadir dengan dukungan dual aperture. Saat peluncuran Galaxy S9 dan Galaxy S9+ di Barcelona. Director of Product Marketing Samsung, Jonathan Wong, menyebut smartphone ini memiliki kemampuan kamera paling inovatif.

Jonathan mengungkap keunggulan pertama, di mana kamera smartphone ini dibekali kamera kemampuan dual aperture yang bisa mengadaptasi berbagai kondisi cahaya saat memotret.

Ia mengibaratkan cara kerja dual aperture seperti cara melihat mata manusia. "Mata manusia bisa beradaptasi dengan cepat sesuai dengan situasi dan kondisi pencahayaan. Begitu pun dengan kamera Galaxy S9 dan S9 Plus," katanya.

Dual aperture Galaxy S9 adalah F1.5. Dengan setting ini, kamera Galaxy S9 memiliki bukaan besar untuk mengakomodasi foto dalam kondisi minim cahaya.

Kehadiran aperture besar (F1.5) pada Galaxy S9 ini merupakan yang pertama kalinya hadir pada smartphone. Tujuannya adalah menghadirkan fotografi low light yang lebih baik.

Karena kamera Galaxy S9 tidak hanya hadir untuk mengakomodasi fotografi dalam kondisi minim cahaya, Samsung menghadirkan aperture kedua yakni F2.4 pada kameranya agar tetap bisa memotret dengan baik dalam kondisi cahaya normal.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓