Uber Kirim Email ke Pengguna soal Integrasi Layanan dengan Grab

Oleh Jeko I. R. pada 27 Mar 2018, 10:30 WIB
Ilustrasi Uber

Liputan6.com, Jakarta - Uber akhirnya menyerahkan layanan operasionalnya di Asia Tenggara kepada Grab. Dan dalam waktu dua pekan lagi, aplikasi Uber akan dihapus.

Pelanggan setia Uber pun sudah disarankan untuk menggunakan Grab karena dipastikan semua layanan Uber akan terintegrasi dalam aplikasi Grab.

Uber juga mengirimkan email kepada pengguna non-Grab untuk mengunduh aplikasi Grab. Tak cuma itu, perusahaan ride-sharing asal Negeri Paman Sam tersebut juga mengirimkan email terpisah, terkait pemberitahuan terkait integrasi aplikasi Uber dan Grab.

Dalam email yang Tekno Liputan6.com terima pada Selasa pagi (27/3/2018), Uber meminta kesepakatan pengguna kalau semua data, aktivitas dalam aplikasinya akan terintegrasi dengan Grab (Grab Holdings Inc, GHI) per 25 Maret 2018.

"Untuk penyesuaian yang berlangsung di masa mendatang, semua aktivitas, seperti pemberitahuan transaksi dan pembayaran akan dikirim ke Grab. Kamu bisa kontak ke legalnotice@grab.com," tulis email tersebut.

Uber juga mengungkap kalau pihak Grab akan bertindak sebagai pelindung data. Efektif mulai 25 Maret 2018 juga, pembaruan peraturan ini akan berada di bawah wewenang Grab.

"Perlu diperhatikan kalau mengakses platform kami setelah tanggal efektif tersebut, kamu telah setuju dengan peraturan baru ini. Informasi akunmu--termasuk nama, nomor telepon, riwayat perjalanan, dan riwayat pengantaran--akan dikirim ke Grab," tutup Uber.

2 of 3

Uber Anjurkan Pengguna Unduh Aplikasi Grab

Tangkapan layar pemberitahuan Uber kepada penggunanya
Tangkapan layar pemberitahuan Uber kepada penggunanya. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Di tengah-tengah maraknya pemberitaan tentang Grab mengakuisisi Uber, pengguna Uber juga mendapat email lain yang menjelaskan beberapa hal.

Kalimat pembuka email itu menerangkan, Uber dan Grab akan menggabungkan aktivitas operasionalnya guna memberikan pelayanan bersama di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya di mana kedua startup tersebut beroperasi.

Adapun negara-negara yang dimaksud adalah Kamboja, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

"Kami akan melakukan transisi pelayanan kami secara resmi dalam aplikasi Grab pada tanggal 8 April 2018, dan setelah transisi berlangsung, semua permintaan atas layanan perjalanan akan dilakukan melalui aplikasi Grab. Namun, Anda tetap dapat menggunakan aplikasi Uber pada lebih dari 80 negara di seluruh dunia," demikian penggalan isi email itu.

Uber juga menganjurkan penggunanya supaya mengunduh aplikasi dan membuat akun Grab.

Jika pengguna Uber yang mendapat email ini sebelumnya tidak pernah menggunakan jasa Grab, ia berkesempatan untuk menikmati promosi GRAB4W untuk perjalanan pertamanya.

"Terima kasih, kami menantikan dapat melayani kota Anda dengan lebih baik lagi, bersama Grab," kata Uber menutup email pemberitahuan itu.

3 of 3

Dampak Akuisisi

Ilustrasi Uber
Ilustrasi Uber. Liputan6.com.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Sebagai bagian dari akuisisi, Uber akan memiliki 27,5 persen saham di Grab dan CEO Uber Dara Khosrowshahi akan menjadi anggota dewan direksi Grab.

"Akuisisi yang diumumkan hari ini menjadi tonggak dari dimulainya era baru. Penggabungan bisnis ini melahirkan pemimpin dalam platform dan efisiensi biaya di kawasan Asia Tenggara. Bersama Uber, kini kami berada di posisi yang semakin tepat untuk memberikan layanan terbaik," tutur CEO Grab Anthony Tan dalam keterangan resmi yang Tekno Liputan6.com terima, Selasa (27/3/2018).

Guna mengurangi disrupsi, Grab dan Uber juga akan bekerja sama untuk segera melakukan migrasi mitra pengemudi dan penumpang Uber. Hal itu juga berlaku untuk rekanan merchants termasuk rekanan pengantaran Uber Eats ke platform Grab.

Aplikasi Uber akan masih beroperasi selama dua pekan ke depan untuk memastikan stabilitas mitra Uber. Mereka juga dapat memperoleh informasi lebih lanjut terkait persyaratan pendaftaran mitra Grab.

Sementara Uber Eats tetap akan beroperasi hingga akhir Mei. Setelahnya rekanan pengantaran dan restoran Uber akan pindah ke platform GrabFood.

(Jek/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓