Setelah Monyet, Tiongkok Bakal Kloning Manusia?

Oleh Jeko I. R. pada 27 Jan 2018, 02:01 WIB
Monyet

Liputan6.com, Beijing - Teknologi kloning ternyata sudah lebih dulu dilakukan Tiongkok. Ilmuwan di Negeri Tirai Bambu itu belum lama ini berhasil mengkloning monyet yang sama.

Teknologi kloning tersebut bahkan diklaim pertama di dunia yang berhasil dilakukan kepada hewan primata non-manusia.

Menurut informasi yang dilansir Live Science, Sabtu (27/1/2018), dua monyet bernama Zhong Zhong dan Hua Hua ini dikloning dengan menggunakan teknik yang sama dengan metode kloning pada domba bernama Dolly sekitar 20 tahun lalu.

Perbedaannya adalah kloning monyet tersebut dilakukan dengan teknik utuh.

Kedua monyet kecil ini lahir beberapa pekan lalu di sebuah laboratorium. Sekarang, Zhong Zhong dan Hua Hua sudah berusia tujuh minggu dan dirawat di dalam inkubator layaknya bayi manusia yang baru lahir.

Melihat proses kloning monyet yang sukses, ilmuwan dari Insititute of Neuroscience Chinese Academy of Science ini mengaku tertarik dengan teknologi kloning manusia.

Walau demikian, mereka belum berencana untuk melakukannya dalam waktu dekat karena masih banyak hambatan, baik dalam sisi teknologi dan izin dari pemerintah.

"Kami pikir, baik masyarakat dan pemerintah tidak akan membiarkan penerapan metode kloning ini dari primata non-manusia kepada manusia, lagipula sudah pasti lebih sulit dan jalannya masih sangat panjang," ujar Mu-ming Poo selaku Director of the Institute of Neuroscience Chinese Academy of Science.

2 of 2

Metode Kloning

Kloning Monyet Kembar di China
Salah satu daru dua monyet kloning, Zhong Zhong, berada dalam kandang di sebuah laboratorium, China. Kendati demikian, penggunaan primata dalam eksperimen masih cukup kontroversial di dunia. (Handout/CHINESE ACADEMY OF SCIENCES/AFP)

Dalam proses kloning monyet, ilmuwan melakukan proses bernama transfer sel somatik (SCNT) dengan memindahkan inti sel dan DNA ke dalam sel telur yang intinya sudah diambil.

Tidak mudah bagi para ilmuwan dalam melakukan kloning tersebut. Pasalnya, mereka harus melewati 79 kali tahap percobaan kloning sebelum pada akhirnya berhasil.

Selama proses kloning, mereka juga membaca pedoman riset hewan yang ditetapkan Institut Kesehatan Amerika Serikat.

(Jek/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓