Maria Ozawa Kesal Dikuntit Driver Uber

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 24 Jan 2018, 12:00 WIB
Diperbarui 24 Jan 2018, 12:00 WIB
Maria Ozawa alias Miyabi
Perbesar
Maria Ozawa alias Miyabi

Liputan6.com, Jakarta - Mantan bintang porno Maria Ozawa kesal pada driver Uber di Filipina. Kekesalan wanita yang memiliki nama panggilan Miyabi ini disebabkan karena Ozawa dikuntit oleh seorang driver Uber.

Ozawa menyebut driver itu berlaku tidak profesional dengan menguntitnya dan berpura-pura jadi orang lain.

Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari Nextshark, Rabu (24/1/2018), perempuan berusia 32 tahun yang kini menjadi pemilik sebuah bar di Filipina itu membagikan screenshot pesan yang dia terima dari si driver Uber.

Driver tersebut berpura-pura jadi orang lain yang bernama Ben di akun Facebook Maria Ozawa, minggu lalu. Kini, akun Ben telah dihapus oleh pemiliknya.

Driver yang mengaku bernama Ben itu mengirim pesan pada Ozawa dan menanyakan berbagai hal yang disukai perempuan Jepang itu.

Ozawa mengeluhkan pengalaman tak menyenangkan itu di akun Facebook-nya. Meski saat ini keluhan Ozawa sudah dihapus, media lokal GMA News sempat menyimpannya.

"Apakah kamu serius Uber Philippines? Tak salah nih, #uberdriver memberikan nomor pelanggan ke teman-teman mereka? Kepada pelanggan lain? Aku mencoba menghubungi customer service (CS) dan mereka tidak mengangkat. Aku mencoba mengubah nama agar bisa melindungi privasiku tetapi hal ini tetap terjadi dan ini bukan pertama kalinya memblokir kontak dari driver Grab atau Uber," kata Maria Ozawa.

Dia mengaku dirinya beberapa kali dikuntit oleh sejumlah driver. "Sekarang pengemudi memberikan nomor pelanggan kepada orang lain! Aku menyukai Filipina, tetapi aku tidak bisa mempercayai negara ini sama sekali. Kenapa orang-orangnya tidak profesional?," keluh Maria Ozawa dalam tulisannya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bakal Tuntut Driver Uber

10 Potret Maria Ozawa dengan Pakaian Sopannya, Gimana Menurutmu?
Perbesar
Tidak selalu terbuka, Maria Ozawa pun kerap berpenampilan sopan dengan pakaian tertutup. (via: Instagram/@mariaozawa)

Dalam unggahannya yang terbaru, Ozawa mengatakan, Uber Filipina telah menyelidiki masalah ini dan melacak sopir yang bersangkutan.

Menurut Ozawa, perusahaan asal Amerika Serikat itu juga telah memintanya menghapus unggahan berisi keluhan yang diunggah Ozawa sebelumnya.

"Namun, staf Uber yang berwenang mengatakan mereka telah memperbaiki masalah ini dan sangat serius menanganinya. Mereka juga meminta saya untuk menghapus unggahan tersebut dan saya sudah menghapusnya," ujar dia.

"Kalau aku harus menggunakan Uber (mungkin aku tidak akan menggunakannya lagi) dan masalah ini kembali terjadi, aku akan menuntut mereka," tutur Ozawa.

Perempuan yang dikenal dengan panggilan Miyabi itu juga mengatakan, saat seseorang telah memutuskan untuk jadi driver, orang tersebut tidak seharusnya membawa-bawa emosi pribadi mereka.

Dia pun membandingkan kelakuan driver Uber yang dimaksud dengan profesionalisme kerja orang Jepang, terutama saat bekerja menangani pelanggan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Data Driver Uber Dicuri

Pengemudi Uber
Perbesar
Ratusan pengemudi Uber saat menggelar aksi unjuk rasa memprotes penerapan aturan undang-undang mengenai transportasi di Sao Paulo, Brasil (30/10). Aksi tersebut menimbulkan kemacetan parah di sejumlah jalan. (AP Photo / Andre Penner)

Terkait dengan driver Uber, sebelumnya sekumpulan hacker dikabarkan telah mencuri data pribadi 57 juta pengguna dan mitra pengemudi Uber selama setahun terakhir. Hal inipun dibenarkan melalui unggahan blog Uber, Selasa 21 November waktu setempat.

Mengutip laporan Mashable, data yang dibobol hacker di antaranya adalah nama, alamat email, serta nomor telepon sekitar 50 juta pengguna dan 7 juta mitra pengemudi.

Parahnya, selain data-data pribadi tersebut, 600 ribu pelat nomor kendaraan mitra pengemudi juga termasuk data yang dicuri. Untungnya tidak ada nomor jaminan sosial dan informasi detail mengenai sopir yang bocor.

Dalam pernyataannya, Uber menyebut, dalam kasus ini tidak ada tanda-tanda kecurangan dari oknum karyawan maupun pihak dalam Uber.

"Kami tidak melihat ada bukti kecurangan atau penyelewengan kewenangan terkait masalah ini. Kami terus memantau akun-akun pengguna yang terdampak serta telah menandai untuk perlindungan terhadap kecurangan," kata Uber dalam pernyataannya. 

Menurut informasi dari Bloomberg, alih-alih menyelesaikan, Chief Security Officer (CSO) Joe Sullivan malah berupaya menutupi kasus peretasan itu dengan membayarkan uang tutup mulut senilai US$ 100 ribu (sekitar Rp 1,35 miliar) kepada hacker.

CEO baru Uber, Dara Khosrowshasi pun tidak senang atas penyelesaian kasus tersebut. "Tak satupun dari masalah ini seharusnya terjadi. Saya tidak akan memaafkan hal ini. Kami akan mengubah cara berbisnis perusahaan," kata Khosrowshasi kepada Bloomberg melalui email.

(Tin/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya