Lazada Bakal Refund Rp 22 Juta pada Korban Order Fiktif

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 24 Jan 2018, 09:29 WIB
Diperbarui 25 Jan 2018, 19:17 WIB
Gemar Belanja Online Bikin Gemuk? (Rawpixel-com/shutterstock)

Liputan6.com, Jakarta - Permasalahan order fiktif senilai Rp 22 juta yang dialami seorang pelanggan bernama Irfan Rinaldi di Lazada Indonesia tampaknya hampir selesai.

Hal ini diunggah oleh Irfan di akun Twitter-nya (@IrfanRinaldi) pada Selasa, 23 Januari 2018 atau sehari setelah Irfan mengeluhkan kasus yang dialaminya di lini masa Twitter.

Usai menceritakan kronologi permasalahannya lewat sejumlah twit serta mendapat tanggapan pribadi dari Chief Marketing Officer Lazada Indonesia, Achmad Alkatiri, Irfan dihubungi lewat email oleh perwakilan Lazada, yakni Juniati Riwu selaku Vice President Customer Service Lazada Indonesia.

"Beliau sudah memberikan statement tertulis akan memproses refund sebesar Rp 22.475.000," kicau Irfan.

Dia juga mengunggah screenshot email lengkap dari pihak Lazada Indonesia. Kurang lebih isinya adalah kesediaan Lazada Indonesia untuk mengembalikan dana senilai Rp 22.475.000 ke kartu kredit milik istri Irfan Rinaldi, yakni Indah Putri Ariani.

Dari screenshot tersebut, diketahui kalau ada 23 transaksi pembelian yang sebenarnya tidak dilakukan oleh Irfan maupun sang istri, tetapi masuk ke tagihan kartu kredit istrinya.

Disebutkan, email yang ditulis oleh Juniati Riwu itu, merupakan iktikad baik dari Lazada Indonesia untuk penyelesaian kasus di atas.

Dihubungi oleh Tekno Liputan6.com, Rabu (24/1/2018), Head of Public Relation Lazada Indonesia, Astrid Puspitasari mengungkapkan, Lazada Indonesia sudah menghubungi pihak yang bersangkutan dan pengembalian uang atau refund sedang diproses. 

"Terkait hal ini team CS kami sudah menghubungi yang bersangkutan dan saat ini refund sedang diproses," tulis Astrid melalui pesan singkat. 

2 of 3

Kronologi Order Fiktif Rp 22 Juta

Gemar Belanja Online Bisa Picu Gangguan Psikis?(Chayanin Wongpracha/Shutterstock)
Gemar Belanja Online Bisa Picu Gangguan Psikis?(Chayanin Wongpracha/Shutterstock)

Sebelumnya, Irfan Rinaldi mengunggah kicauan berisi keluhannya, mewakili istrinya sebagai pengguna e-Commerce Lazada Indonesia. Bukan keluhan belanja di Lazada Indonesia, keduanya menjadi korban order fiktif senilai Rp 22 juta melalui akun Lazada sang istri. Padahal yang bersangkutan tidak melakukan transaksi apa pun. 

Melalui akun Twitter pribadinya (@IrfanRinaldi), Irfan pada Senin, 22 Januari 2018 mengunggah twit, "Mau cerita tentang kasus @LazadaID yang katanya #BelanjaItuGakRibet. Dimana istri mendadak ada orderan fiktif senilai 22jt." 

Selanjutnya ia mengunggah kicauan yang menjelaskan, ia dan istri tidak mendapatkan notifikasi OTP (One Time Password), SMS masuk dari bank ketika orderan atau transaksi tersebut terjadi.

"Gak ada notification OTP, gak ada SMS masuk dari Bank. Tiba-tiba CS Bank nelepon menginfokan ada transaksi senilai 22jt," tulis Irfan di akun Twitter-nya.

Irfan pun sempat mempertanyakan kenapa e-Commerce sebesar @LazadaID bisa kecolongan ketika memproses pembayaran via kartu kredit tanpa melalui OTP dari konsumen. 

Menghadapi masalah tersebut, Irfan langsung menghubungi pihak bank dan Lazada. Dihubungi via live chat, Costumer Service (CS) Lazada mengatakan laporan tersebut sedang diselidiki. Nyatanya, kasus yang terjadi pada 17 Januari 2018 ini pun tak menemukan solusi.

 

3 of 3

Dibantu CMO Lazada Indonesia

Achmad Alkatiri, CMO Lazada Indonesia
Achmad Alkatiri, CMO Lazada Indonesia. Liputan6.com/Corry Anestia

Cuitan-cuitan Irfan di Twitter pun viral dan "terdengar" oleh Chief Marketing Officer Lazada, Achmad Alkatiri. Achmad langsung menanggapi cuitan Irfan dan mencoba membantu. Ia menanyakan nomer order-an belanja di Lazada untuk di cek langsung.

"Boleh bagi nomer ordernya om? I'll check. Weird ya, as Lazada ada OTP kok kalo transaksinya di atas 750rb. Kalo di bawah 750ribu, pake risk engine algo," tulis Achmad.

Lebih lanjut Achmad menanyakan apakah kartu kredit milik istri Irfan hilang atau tidak. Irfan sebagai korban mengatakan, kartu kredit yang digunakan untuk transaksi masih ditangan istrinya. 

"Thats technically impossible om untuk Lazada simpen ini. Super weird, karena si fraudster ini bisa login ke akun istri dan bisa tau CVV kartu kredit. Dia gak bother change the email bahkan, which means istri mas nerima notif order ketika ini terjadi. Team is still investing ya," tulis Achmad.

Achmad pun melanjutkan unggahan Twitter-nya kepada Irfan dengan mengatakan tim Lazada bakal menghubungi untuk menanyakan apa-apa saja yang dibutuhkan dari Lazada untuk membuat sanggahan ke bank.

(Tin/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by