Tumbang 2 Jam di Malam Tahun Baru, WhatsApp Minta Maaf

Oleh Jeko I. R. pada 01 Jan 2018, 12:00 WIB
Diperbarui 01 Jan 2018, 12:00 WIB
Kejar WeChat, WhatsApp Raih 900 Juta Pengguna Aktif Bulanan
Perbesar
Aplikasi pesan instan yang diakuisisi Facebook pada Februari 2014 ini telah mengantongi 900 juta pengguna aktif bulanan

Liputan6.com, Jakarta - WhatsApp sempat mengalami gangguan pada malam tahun baru, Minggu (31/12/2017). Layanan pesan instan milik Facebook tersebut bahkan tidak bisa digunakan selama hampir dua jam pada malam pergantian tahun. Akibatnya, sejumlah pengguna protes berat.

Kebanyakan pengguna mengeluhkan mereka tidak bisa menggunakan WhatsApp karena tak dapat berkirim dan menerima pesan, apalagi gangguan terjadi pada saat krusial seperti momen tahun baru.

Mereka juga mengeluhkan hal ini di media sosial. Pada akhirnya, WhatsApp pun akhirnya buka suara terkait gangguan tersebut, mereka meminta maaf atas ketidaknyamanan yang telah terjadi.

"Pengguna WhatsApp di seluruh dunia saat ini mengalami gangguan sementara. Namun, kami sudah menyelesaikan permasalahan ini. Kami juga meminta maaf atas ketidaknyamanannya," kata perwakilan WhatsApp.

Seperti diketahui, berdasarkan informasi yang dilansir dari Digital Trends pada Senin (1/1/2018), WhatsApp sempat tumbang di wilayah Asia, Eropa, dan Amerika Serikat (AS). Laman Down Detector juga mengungkap beberapa negara lain yang mengalami gangguan, antara lain Inggris, Belanda, dan beberapa negara Eropa lainnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sempat Tumbang pada November 2017

Pada November 2017 contohnya, WhatsApp juga sempat down di beberapa wilayah. Dalam laman Down Detector juga disebutkan bahwa masalah utama yang dikeluhkan pengguna WhatsApp adalah masalah koneksi (52 persen), kesulitan mengirim dan menerima pesan (41 persen), hingga sulit melakukan login (5 persen).

Berdasarkan peta live outage milik Down Detector, beberapa wilayah yang terdampak tumbangnya layanan WhatsApp adalah Eropa, terutama Inggris, Belanda, Belgia, Luxemburg, Swiss, Prancis, Jerman, Ceko, Spanyol, Italia, dan Turki.

Selain itu, tumbangnya layanan WhatsApp juga dilaporkan di sejumlah negara di Asia, seperti India, sebagian Tiongkok, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

WhatsApp Setop Beroperasi di Sejumlah OS Mobile

WhatsApp sendiri dilaporkan akan berhenti beroperasi di sejumlah sistem operasi mobile terhitung mulai dari 31 Desember 2017.

Keputusan ini tak aneh mengingat aplikasi chatting itu mengakui hanya akan mendukung platform populer pada masa depan.

"Seperti yang kami rencanakan untuk tujuh tahun ke depan, kami ingin fokus pada mobile platform yang banyak digunakan oleh banyak orang," tutur perusahaan dalam blog resminya yang diunggah Februari 2016.

Layanan itu akan mulai menghentikan dukungan untuk sistem operasi BlackBerry dan BlackBerry 10 setelah 31 Desember 2017. Penghentian juga berlaku untuk Windows Phone 8.0 dan versi di atasnya.

Sementara layanan untuk Nokia S40 akan berhenti setelah 31 Desember 2018. Meski masuk dalam daftar sistem operasi terbanyak, Android versi lawas tak luput dari pemberhentian dukungan oleh WhatsApp.

Perusahaan menyebut dukungan Android versi 2.3.7 dan generasi yang lebih tua akan berhenti setelah 1 Februari 2020. Karenanya, WhatsApp mengingatkan sejumlah fitur mungkin akan berhenti berfungsi mengingat dukungan sistem operasi sudah berhenti.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama WhatsApp melakukan hal tersebut. Sebelumnya, perusahaan menghentikan dukungan untuk Android 2.1 dan Android 2.2, Windows Phone 7, dan iPhone 3GS/iOS 6.

"Ini adalah keputusan yang sulit, tapi merupakan cara untuk memberi kesempatan bagi pengguna untuk berhubungan dengan teman, keluarga, dan orang yang dicintai menggunakan WhatsApp," tandas pihak WhatsApp.

(Jek/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓