Elon Musk Pamer Baju Astronot SpaceX

Oleh Agustinus Mario Damar pada 25 Agu 2017, 06:30 WIB
Diperbarui 25 Agu 2017, 06:30 WIB
Elon Musk
Perbesar
Elon Musk (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu ambisi CEO SpaceX Elon Musk adalah mengirimkan manusia untuk sejumlah misi ke luar angkasa. Sebagai langkah awal, ia telah menyiapkan pesawat ulang alik yang dapat menampung awak manusia.

Terkini, pria yang sempat menjalin hubungan dengan Amber Heard itu memamerkan baju yang akan dikenakan awak SpaceX saat terbang ke luar angkasa. Melalui unggahan di Instagram, ini adalah kali pertama Musk mengungkapkan baju awak untuk pesawat luar angkasanya.

Dalam unggahan tersebut, ia juga menyebut baju ini bukan lagi sekadar purwarupa. Seperti dikutip dari Business Insider, Jumat (25/8/2017), ia mengaku baju ini dapat berfungsi dan informasi lain terkait baju ini akan diungkap beberapa waktu mendatang.

"Baju ini sudah diuji coba di dalam ruangan vakum. Harus diakui sulit untuk menemukan keseimbangan antara estetika dan fungsional. Lebih mudah untuk melakukannya secara terpisah," tulis Musk dalam caption di Instagram pribadinya tersebut.

Sekadar informasi, SpaceX memang memiliki program terbaru untuk membawa manusia pergi ke bulan. Dalam sebuah kesempatan, ia menyebut program untuk liburan itu akan diadakan pada 2018.

Program tersebut akan membawa dua orang untuk terbang dengan wahana khusus SpaceX mengitari bulan dari jarak dekat. Dua orang yang ikut nanti akan berada di dalam wahana kapsul Dragon 2 selama satu minggu penuh di luar angkasa. 

Sayangnya, ia tidak membocorkan berapa harga yang harus dibayarkan oleh penumpang untuk bisa pergi ke bulan. Ia hanya memberikan gambaran, harga yang nantinya harus dibayar setara dengan biaya misi kru perjalanan luar angkasa ke bulan.

2 dari 2 halaman

Pamer Pesawat Luar Angkasa

Sebelumnya, SpaceX juga sempat mengungkap tampilan dari kapsul luar angkasa yang dikembangkannya. Kapsul yang diberi nama DragonX ini memiliki tujuh tempat duduk yang dibuat dari fiber karbon dan kain Alcantara.

Nantinya, para astronot juga akan mendapat sebuah panel kontrol yang dapat mengatur suhu di dalam kapsul. Bagian dalam kapsul ini juga terdapat jendela, sehingga nantinya para astronot dapat melihat bumi dari luar angkasa ketika kapsul sudah siap untuk diluncurkan.

SpaceX mengutarakan bahwa kapsul Dragon ini pertama kali mencetak sejarah ketika pada 2012 menjadi kendaraan luar angkasa komersial pertama yang membawa barang ke stasiun luar angkasa.

Selain itu, Musk juga sempat menyebut perusahaannya sedang mengembangkan kendaraan untuk Interplanetary Transport System (ITS).

Kendaraan ini merupakan gabungan dari roket terkuat dengan pesawat luar angkasa yang dirancang untuk membawa 100 orang ke Planet Mars untuk setiap penerbangan.

Apabila tahap pengembangannya sesuai rencana, sistem kendaraan yang bisa digunakan beberapa kali ini dapat menolong manusia bertahan hidup dan membentuk koloni di Mars dalam kurun waktu 50 hingga 100 tahun mendatang.

Roket ITS dapat dikatakan sebagai pengembangan dari Falcon 9 dengan tinggi 70 meter. Sama seperti pendahulunya, roket ini juga dapat digunakan berulang kali dan berfungsi sebagai pendorong untuk pesawat luar angkasa.

(Dam/Cas)

Tonton Video Menarik Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓