Waspadai Penyebaran Virus dari Software Palsu

Oleh Dewi Widya Ningrum pada 10 Mei 2017, 13:00 WIB
Diperbarui 10 Mei 2017, 13:00 WIB
Workshop Cybersecurity
Perbesar
Workshop Cybersecurity. Liputan6.com/ Dewi Widya Ningrum

Liputan6.com, Tangerang Selatan - Salah satu kejahatan siber (cybercrime) yang sulit dibendung saat ini adalah penyebaran malware. Sebab malware bisa masuk dari banyak pintu, termasuk melalui penggunaan software palsu.

Husin Tau, Genuine Software Initiative Coordinator Microsoft mengatakan saat ini banyak orang yang menggunakan komputer berisi malware. Akibat dari penggunaan software palsu ini, komputer jadi rawan peretasan.

"Salah satu penyebarannya adalah lewat software palsu yang mengandung malware, jadi ketika diinstal malware tersebut masuk ke komputer. Setelah itu hacker akan mencoba terhubung ke komputer tersebut untuk mencuri data-data penting," katanya di sela-sela sesi diskusi singkat di kelas workshop "Cybersecurity" pada pameran Indonesia E-Commerce and Summit Expo (IESE) 2017, di Indonesia Convention and Exhibition (ICE), BSD City.

Husin menambahkan, tidak sedikit pula pengguna yang lalai ketika berselancar di internet. Pengguna main asal klik saja tanpa memperhatikan URL-nya, padahal itu phishing. Alhasil pengguna menginput data-data mereka di situs phishing yang dibuat sama persis dengan situs aslinya. "Saat masuk ke situs itulah data kita diambil," imbuh Husin.

Husin mengimbau agar konsumen selalu menggunakan software yang asli untuk mencegah terjadinya serangan kejahatan siber. Ia tak menampik bahwa banyak konsumen yang sulit membedakan mana software yang asli dan palsu.

"Di pasaran banyak sekali produk Microsoft yang dijual tanpa ada label resmi. Produk non-genuine berbahaya karena bisa mengandung malware," tandasnya.

Microsoft sendiri telah melakukan tes pada software palsu yang beredar di pasar, hasilnya hampir semuanya berisi malware. Barang-barang palsu inilah yang menjadi pintu masuk malware.

Untuk meminimalisir penyebaran malware, Microsoft bekerjasama dengan situs-situs e-Commerce untuk mengedukasi konsumen terkait produk yang palsu karena Microsoft melihat ada banyak sekali produk bajakan yang dijual online. Jadi nanti produk-produk palsu akan diturunkan dari situs e-Commerce tersebut.

Untuk membantu meningkatkan ketelitian masyarakat dalam membedakan mana produk software yang asli atau bajakan, Microsoft menyediakan situs resmi www.cariyangori.com.

(Dew/Ysl)