Jeff Bezos, 'Penjual Buku' yang Ingin Bawa Manusia ke Antariksa

Oleh Andina Librianty pada 26 Apr 2017, 07:30 WIB
CEO Amazon Jeff Bezos

Liputan6.com, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Amazon.com (Amazon), Jeff Bezos, mungkin merasa 2017 adalah salah satu tahun terbaik dalam hidupnya. Penyebabnya adalah pundi-pundi kekayannya yang terus bertambah.

Berdasarkan data Forbes 2017 World’s Billionaires List, Bezos bertengger di poisisi ketiga dengan total kekayaan bersih US$ 72,8 miliar atau setara Rp 966,7 triliun (asumsi kurs Rp 13.280 per US$ 1). Berdasarkan data yang dirilis pada 20 Maret 2017, kekayaan Bezos bertambah US$ 27,6 miliar atau setara Rp 366,5 triliun, dalam setahun terakhir.

Ini bukan kali pertama Bezos bertengger dalam daftar "orang terkaya di dunia". Ia pertama kali berada dalam daftar 10 besar orang terkaya di dunia pada 2016, dengan menempati posisi kelima versi Forbes 2016 World’s Billionaires List.

Kini posisinya mengalami peningkatan dengan kenaikan kekayaan hampir US$ 30 miliar atau setara Rp 398 triliun. Satu dekade lalu, Forbes 2007 Billionaires List mencatat total kekayaan Bezos hanya US$ 4,4 miliar atau setara Rp 58 triliun.

Terlepas dari perhitungan Forbes 2017 World’s Billionaires List, kekayaan Bezos terus bertambah setiap hari. Berdasarkan catatan realtime net worth Forbes per 25 April 2017, kekayaan bersih Bezos telah mencapai US$ 77,8 miliar atau Rp 1 kuadtriliun.

Bertambahnya pundi-pundi kekayaan Bezos tak lepas dari kesuksesan raksasa e-Commerce yang didirikannya 22 tahun silam, Amazon.

Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon. (Forbes.com)

Saham perusahaan tersebut naik 67 persen selama setahun terakhir, yang salah satunya didorong kesuksesan unit bisnisnya yaitu layanan cloud computing, Amazon Web Services. Bezos memiliki hampir 17 persen saham di Amazon.

2 of 2

Perjalanan bisnis Jeff Bezos

Terlepas dari kekayannya, pria yang lahir dengan nama Jeffrey Preston Jorgensen ini merupakan salah satu tokoh industri teknologi terkemuka. Ia adalah seorang engineer, pengusaha teknologi dan ritel, investor serta filantropi.

Pria kelahiran 53 tahun silam ini merupakan pendiri, Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) Amazon.com, yang kini merupakan salah satu e-Commerce terbesar di dunia.

Bezos lulus dari Princeton Universtiy dengan gelar sarjana sains. Setelah lulus dari Princeton pada 1986, Bezos bekerja di Wall Street dalam bidang ilmu komputer.

Peringkat ketiga diisi oleh Jeff Bezos yang miliki kekayaan US$72,8 miliar. Kekayaan CEO dari amazon.com bertambah sebanyak US$27,6 miliar atau sekitar Rp968 triliun pada tahun ini. (AP Photo/Susan Walsh)

Usai berlabuh ke sejumlah perusahaan, Bezos akhirnya mendirikan Amazon pada 1994. Mulai dari sebuah kantor kecil di garasi, kini Amazon berkembang menjadi salah satu perusahaan bergengsi di dunia.

Ide awal Bezos mendirikan Amazon adalah untuk menjual buku secara online. Namun seiring waktu, kini Amazon menjual hampir semua yang mungkin dibutuhkan oleh konsumen. Demikian seperti dilansir Forbes, Rabu (26/4/2017).

Di luar dari Amazon, ambisi lain Bezos adalah 'perjalanan luar angkasa'. Ia memiliki perusahaan kedirgantaraan, Blue Origin. Perusahaan ini mengembangkan sebuah roket, yang dikatakan Bezos, akan bisa membawa penumpang.

Gebrakan lain yang mengundang perhatian adalah saat membeli surat kabar The Washington Post, pada 2013 seharga US$ 250 juta atau setara Rp 3,3 triliun. 

(Din/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓