Robot Rebut Pekerjaan Manusia, Bos Perusahaan Siapkan Strategi

Oleh Agustinus Mario Damar pada 24 Jan 2017, 08:30 WIB
Diperbarui 28 Agu 2017, 13:26 WIB
Robot humanoid

Liputan6.com, Swiss - Sejumlah ahli dan analis telah memprediksi peran manusia di dunia pekerjaan akan makin tergerus. Banyak pihak menyebut robot lambat laun akan mengambil alih pekerjaan manusia yang bersifat repetitif.

Prediksi ini telah menjadi perhatian sejumlah petinggi perusahaan di dunia. Dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF), beberapa petinggi perusahaan menyebut pertumbuhan mesin akan menjadi penyebab manusia kehilangan pekerjaan.

Gejala itu sebenarnya sudah terlihat saat ini. Sejumlah perusahaan kini tengah gencar mengembangkan sistem otonomos yang didukung dengan machine learning, baik untuk robotika, kendaraan, juga 3D printer.

"Pekerjaan (untuk manusia) akan menghilang. Pekerjaan akan berubah dan perubahan ini akan bertahan lama, tak mengenal kelas, dan memiliki dampak untuk semua orang," ujar CEO Hewlett Packard Enterprise Meg Whitman seperti dikutip dari Reuters, Selasa (24/1/2017).

Hal senada juga diungkapkan oleh CEO Microsoft Satya Nadella. Bahkan, ia menuturkan saat ini merupakan waktu bagi banyak orang untuk mencari karier alternatif. Kendati demikian, sejumlah eksekutif menyebut hal ini tak akan berlangsung dalam waktu dekat.

Alasannya, penggunaan teknologi jauh lebih mahal ketimbang memakai tenaga buruh dengan kecakapan tertentu dalam jangka pendek. Hanya, bukan berarti kondisi itu tak akan terjadi. Karena itu, sejumlah eksekutif di pertemuan tersebut menyerukan perlunya pengembangan tenaga kerja terampil.

Upaya ini perlu dilakukan untuk memperpendek kesenjangan antara manusia dan mesin dalam hal kemampuan. Langkah ini juga memerlukan dukungan sejumlah pihak, seperti pemerintah, pebisnis, dan institusi akademik.

Sejumlah studi juga memprediksi robot dan kecerdasan buatan akan segera mengambil alih pekerjaan manusia. Studi Universitas Oxford pada 2013 memerkirakan setengah pekerjaan di Amerika Serikat terancam oleh keberadaan mesin.

Sementara Forrester Research menghitung setidaknya pada 2019, seperempat pekerjaan akan digantikan dengan robot software, robot fisik, serta sistem otonomos. Pada 2025, sebagian besar pekerjaan akan digantikan dengan yang lebih baru.

(Dam/Why)