Strategi Bos Anyar Lenovo Pertahankan Posisi di Pasar Indonesia

Oleh Agustinus Mario Damar pada 01 Des 2016, 08:00 WIB
Diperbarui 01 Des 2016, 08:00 WIB
Lenovo
Perbesar
Country General Manager Lenovo Indonesia Budi Janto (liputan6.com/Agustinus M. Damar)

Liputan6.com, Jakarta - Lenovo memperkenalkan Budi Janto sebagai Country General Manager Lenovo Indonesia. Pria yang baru menjabat selama tiga bulan ini ternyata sudah menyiapkan sejumlah strategi baru untuk mempertahankan posisi Lenovo di pasar Indonesia.

Budi menuturkan posisi Lenovo di Indonesia sudah bagus dan kondisi itu berlaku hampir di seluruh segmen produksi, seperti PC, ponsel, dan tablet. Karena itu, strategi yang diusung lebih pada upaya untuk mempertahankan posisi tersebut.

"Strategi ke depannya adalah Lenovo akan lebih konsumensentris. Jadi, kami akan mendengarkan apa yang dibutuhkan konsumen, baik dari konsumen bisnis maupun umum," tutur pria lulusan Universitas Gadjah Mada ini saat ditemui di sela-sela acara Lenovo Enterprise Day 2016 di Jakarta, Rabu (30/11/2016). 

Sumber daya manusia luar biasa yang dimiliki Lenovo di Indonesia juga menjadi strategi untuk mempertahankan posisinya di pasar. Ia juga akan melanjutkan sejumlah kerja sama dengan perusahaan rekanan yang telah dijalin hingga saat ini. "Jadi, itulah hal-hal yang akan kami lakukan untuk bisa mempertahankan posisi di pasar Indonesia," tutur pria berkacamata tersebut.

Selain itu, ia juga mengungkapkan tak tertutup kemungkinan Lenovo akan melakukan investasi di Indonesia.

Menurut Budi, kondisi pasar dan politik Indonesia yang relatif stabil, memungkinkan perusahaan untuk berinvestasi. Nantinya, investasi tersebut akan dimanfaatkan untuk sejumlah keperluan.

Salah satunya untuk menggarap pasar di luar Jawa, khususnya PC. Budi mengatakan, pasar PC terbesar di Indonesia memang masih berada di Jawa, tetapi pertumbuhan di pulau Jawa terbilang cukup tinggi.

"Bentuk investasinya dapat dilakukan dengan menambah rekanan atau partner, termasuk membuka service center dan channel baru," tutur Budi.

Selain itu, investasi juga berlaku untuk sumber daya manusia Lenovo yang ada di Indonesia. Investasi tersebut dapat berupa transfer ilmu dari kantor pusat kepada sejumlah talenta lokal Lenovo yang kini berjumlah kurang lebih 160 orang. Dengan demikian, investasi yang dilakukan dapat berkesinambungan.

(Dam/Why)