Polytron Optimistis Bersaing dengan Merek Smartphone Luar Negeri

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 01 Nov 2016, 18:44 WIB
Diperbarui 01 Nov 2016, 18:44 WIB
Polytron
Perbesar
Direktur Marketing Polytron Indonesia Tekno Wibowo (kiri) saat peluncuran smartphone premium asal Indonesia Polytron Prime 7S di Jakarta, Selasa (1/11/2016). (Liputan6.com/Agustin Setyo Wardhani)

Liputan6.com, Jakarta - Sejak 2013, perusahaan teknologi lokal Polytron mulai merambah ke produksi dan penjualan smartphone. Hari ini (1/11/2016) Polytron meluncurkan lini smartphone premiumnya, Prime 7S.

Melihat kondisi pasar smartphone yang sampai saat ini masih dikuasai merek asing seperti Samsung, Oppo, Lenovo, Xiaomi, LG, dan lain-lain, apa Polytron tak gentar?

General Marketing Mobile Phone Division Polytron, Usun Pringgodigdo, mengungkapkan optimisme Polytron untuk bersaing dengan vendor smartphone asing.

"Pasar Indonesia sangat menjanjikan karena kita punya populasi besar. Dari data terakhir, hampir semua penduduk punya ponsel. Bahkan, sekarang ini pasar mulai berpindah dari feature phone ke smartphone. Smartphone telah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari," kata Usun, saat ditemui usai peluncuran Polytron Prime 7S di Jakarta.

Ia mengakui, sebagai pasar yang besar, tentu banyak merek lain yang mendominasi Indonesia. "Kami tidak takut berkompetisi. Kami senang dengan adanya kompetisi. Itu memacu Polytron bisa menjadi lebih baik," tutur Usun.

Usun pun percaya diri dengan keunggulan yang dimiliki Polytron sebagai merek lokal. "Karena kami dari Indonesia, kami tahu apa sih yang diinginkan konsumen Indonesia. Bahkan, Polytron juga sudah membangun pusat riset dan pengembangan guna melahirkan smartphone yang cocok untuk kebutuhan masyarakat Indonesia," ujar Usun.

Ia mengatakan, percuma memiliki smartphone mahal tetapi tidak bisa dipakai di Indonesia. "Jadi kami akan terus membuat smartphone yang seluruh fiturnya bisa dipakai di Indonesia," papar Usun.

Polytron optimistis lantaran berasal dari Indonesia, sehingga perusahaan tak kesulitan memenuhi regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk ponsel 4G. Berbagai hal pun terus dilakukan Polytron untuk bisa memenuhi kebutuhan pengguna smartphone di Tanah Air. Salah satunya dengan mengembangkan Fira OS yang berbasis Android.

Dengan Fira OS, menurut Usun, pengguna ponsel Polytron bisa merasakan desain antarmuka dan fitur yang terintegrasi. Misalnya adalah Fira TV yang memungkinkan pengguna menikmati layanan video streaming 24 jam nonstop dari saluran berita, olahraga, film, dan lain-lain. Ada juga fitur Fira Store yang memudahkan pengguna membeli token listrik, pulsa elektrik, dan voucher gim melalui smartphone Polytron.

(Tin/Why)