Teknologi 5G, Big Video dan IoT Akan Jadi Kunci Pembeda

Oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman pada 21 Okt 2016, 13:40 WIB
Diperbarui 21 Okt 2016, 13:40 WIB
 Dr. Jess Li, Vice President of Global Marketing and Research ZTE USA (kanan), dalam konfrensi pers di sela-sela Bandung ICT Expo dan ANJA 2016 di Telkom University
Perbesar
Dr. Jess Li, Vice President of Global Marketing and Research ZTE USA (kanan), dalam konfrensi pers di sela-sela Bandung ICT Expo dan ANJA 2016 di Telkom University

Liputan6.com, Bandung - Dalam beberapa tahun ke depan, teknologi seluler generasi ke-5 (5G), Big Video, dan Internet of Things (IoT) akan menjadi teknologi kunci pembeda.

Dr. Jess Li, Vice President of Global Marketing and Research ZTE USA, dalam jumpa pers di sela-sela Bandung ICT Expo & ANJA 2016 di Telkom University, Kamis (20/10/2016) mengatakan hal tersebut.

"Teknologi 5G akan mengantar ke era yang sama sekali baru di bidang mobile broadband karena cakupan lebih luas dan latency-nya jauh lebih rendah. Bandwidth ultra-tinggi tidak hanya akan meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga membuka peluang bisnis lebih dalam di bidang transportasi, hiburan, dan IoT," katanya.

Di sisi lain, kata dia, teknologi Big Video akan mengubah hiburan TV konvensional saat ini ke platform gaya hidup di segala bidang yang lebih canggih.

Big video juga dinilai bisa mengintegrasikan resolusi ultra-tinggi, integrasi pengiriman konten melalui mobile dan fixed line, analisis big data, manajemen rumah dan fasilitasnya, serta melibatkan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR).

 "Big Video akan berkembang menjadi sebuah platform yang dapat membantu dalam pembuatan dan pelaksanaan proyek serta penciptaan model bisnis yang baru," tambahnya.

Sementara terkait IoT, vendor asal Tiongkok itu menilai akan memegang peranan kunci dalam memberikan kekuatan maksimal internet di bidang transportasi, pertanian, medis, rumah, dan banyak lagi.

Baik bergabung dengan yang lain, atau berdiri sendiri, teknologi IoT memicu perkembangan ekosistem yang membentang di banyak industri, seperti sensor, power dan kontrol, serta analisis data.

"Karenanya, solusi kami dapat mengatasi tantangan umum untuk jaringan yang sangat kompleks, seperti latency dan bandwidth, fleksibilitas dan keandalan, efisiensi dan on-demand. Tidak hanya teknologi, tetapi arsitekturnya juga akan bisa mengakomodir kombinasi penggunaan jaringan akses optik, transport network, VNF, dan SDN, " ujarnya.

Dalam acara tersebut, ZTE memamerkan dan mendemonstrasikan kemampuan teknologi canggih mereka. Antara lain Android TV, Smart Home, Smart Maintenance, XG-PON Big Broadband, Java Backbone, Massive MIMO, dan Power Master.

(Msu/Isk)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya