LG Optimistis Raih Lebih Banyak Pangsa Pasar Smartphone Indonesia

Oleh Agustinus Mario Damar pada 04 Okt 2016, 16:53 WIB
Diperbarui 04 Okt 2016, 16:53 WIB
LG
Perbesar
Hee Gyun Jang, Head of Mobile Communication Division LG Electronic Indonesia (Liputan6.com/ Mochamad Wahyu Hidayat)

Liputan6.com, Jakarta - LG sebagai salah satu vendor smartphone kenamaan optimistis mampu memperbesar pangsa pasarnya di Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Head of LG Mobile Communications Indonesia Hee Gyun Jang di sela-sela acara peluncuran LG X Power di Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Ia menuturkan, setidaknya pada tahun depan LG mampu meraih 5 persen pangsa pasar smartphone Indonesia. Angka tersebut sudah mencakup seri smartphone kelas menengah dan premium.

"Tahun depan kami yakin bisa mencapai pangsa pasar 5 persen," kata Jang. Pria asal Korea Selatan itu menyebut LG saat ini masih terbilang baru kembali aktif di pasar smartphone Indonesia dan karena itu secara bertahap LG berupaya untuk terus meningkatkan penjualannya.

Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan asal Korea Selatan itu adalah dengan memasarkan beragam jenis smartphone yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Saat ini setidaknya sudah ada 8 smartphone LG yang menyambangi Indonesia.

Adapun seri ponsel LG yang sudah resmi meluncur di Indonesia adalah G5 SE, K10, K8, K4, X Cam, X Screen, Stylus 2, termasuk X Power yang baru saja diluncurkan.

Peluncuran LG X Power. Liputan6.com/Agustinus Mario Damar
Sebagai informasi, meskipun masuk dalam jajaran 10 besar, pangsa pasar LG sendiri masih terbilang kecil. Berdasarkan laporan terbaru dari IDC, kompetitor senegara LG, Samsung, masih berada di puncak pangsa pasar smartphone di Indonesia dengan raihan 26 persen.

Urutan kedua diisi oleh Oppo dengan pangsa pasar 19 persen. Sementara Asus dan Advan berada di urutan ketiga dan keempat dengan pangsa pasar masing-masing 9 dan 8 persen.

Lenovo berada di urutan kelima dengan pangsa pasar 6 persen, dan sisanya merupakan merek-merek lain di luar kelima merek tersebut dengan pangsa pasar mencapai 32 persen.

(Dam/Why)