Dahsyat, Betapa Rakusnya Layanan Data di Indonesia!

Oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman pada 08 Sep 2016, 13:41 WIB
Diperbarui 08 Sep 2016, 13:41 WIB
Heru Setiawan
Perbesar
Heru Setiawan, Regional Network Operation Manager PT Smart Fren West Java (Liputan6.com/Muhammad Sufyan Abdurrahman)

Liputan6.com, Bandung - Layanan data dan internet di Jawa Barat khususnya dan Indonesia umumnya demikian rakus digunakan masyarakat.

Hal itu disampaikan Heru Setiawan, Regional Network Operation Manager PT Smart Fren West Java, saat ditanya tim Tekno Liputan6.com di Bandung, Rabu (7/9/2016) kemarin.

"Akhir tahun lalu, rata-rata bandwith layanan data internet yang terpakai di Jawa Barat itu kisaran 1 Gbps setiap harinya. Belum satu tahun, saat ini sehari sudah 5 Gbps per hari," katanya.

Menurutnya, situasi itu terjadi karena pola pengguna layanan data internet yang terbilang unik dibandingkan layanan suara dan SMS yang cenderung sejalur, ada batasnya, dan tidak terlalu menimbulkan kecanduan.

Pengguna data dan internet bisa melakukan multitasking, membuka banyak aplikasi saat berselancar dan tidak mudah jenuh. Di lain sisi, menelepon dan kirim layanan sejenis SMS pun sudah makin nyaman jika gunakan platform berbasis layanan data.

Smartfren mengklaim produk miliknya seperti MiFi lebih efektif dan efisien karena hanya menangkap dan memancarkan sinyal.

Situasi ini membuat kepuasan lebih tinggi dibandingkan layanan ponsel cerdas yang sinyal kerap terganggu akibat terlalu banyak layanan diakses.

"Ada yang menarik juga, karena dari tingginya tingkat layanan, paling ramai itu justru setelah jam 24 sampai jam 7. Pengguna kami lebih aktif di jam tersebut, kemungkinan besar mengunduh film dan musik, main gim (game), chatting, dan banyak lagi," katanya.

Jam sibuk lainnya adalah setelah makan siang dan dari sore ke malam. Namun situasi ini bukanlah jaminan dalam estimasi penggunaan jaringan karena karakter unik pengguna internet tadi.

Heru menambahkan, pola pengguna juga membuat trafik tak bisa dikalkulasi akurat apa lebih sibuk di hari biasa atau hari libur. Sebab, data internet sudah nyaris tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita kira kalau hari kerja ya padatnya di area perkantora saja. Tidak selalu begitu. Pas hari libur pun tetap padat, karena akses internet tetap jalan hanya dilakukannya di rumah semua. Kalau lagi libur panjang, kalkulasi juga tak mudah karena terjadi perpindahan pengguna secara acak dan besar," sambungnya.

(Msu/Ysl)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya