Stiker Laris Manis, Line Raup Untung Rp 3,6 Triliun

Oleh Jeko I. R. pada 16 Jun 2016, 13:49 WIB
Diperbarui 16 Jun 2016, 13:49 WIB
Perkenalkan Choco, Karakter Baru Line Friends
Perbesar
LINE Corporation Representative Director and CEO Takeshi Idezawa di Line Conference Tokyo 2016 di Maihama Amphitheatre, Tokyo, Jepang (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)

Liputan6.com, Tokyo - Kiprah Line sebagai aplikasi pesan instan bisa dibilang begitu mulus. Aplikasi yang didirikan di Jepang tersebut baru saja dikabarkan meraup keuntungan sebanyak US$ 270 juta (Setara dengan Rp 3,6 triliun) dari penjualan stikernya pada tahun 2015.

Aplikasi yang dikenal dengan karakter-karakter stikernya yang begitu menggemaskan ini bisa mendulang lebih dari US$ 20 juta per bulan hanya dari penjualan stiker.

Diketahui, satu set stiker yang berisi 12-18 stiker dibanderol seharga US$1-2 (setara dengan Rp 13.500-Rp 27.000).

Line pun akhi masuk ke bursa saham dengan melakukan dual Initial Public Offering (IPO) di Amerika Serikat dan Jepang pada pekan lalu.

Dikutip Tech Crunch, Kamis (16/6/2016), ini juga membuat Line membuka secara resmi informasi keuangan miliknya. Padahal, Line dikenal begitu ketat menjaga segala informasi yang berkaitan dengan urusan finansialnya.i

Salah satu strategi jitu milik Line adalah dengan mempopulerkan karakter-karakter stikernya, mulai dari Brown, Cony, James hingga Sally. Bahkan, masing-masing dari mereka memiliki basis penggemar yang begitu besar.

Keuntungan sticker Line naik 38 persen dari tahun sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, kenaikan ini diklaim dua kali lipat dibanding pencapaian Line pada 2013 yang hanya berkisar di angka US$ 10 juta.

Stiker kini memang menjadi produk Line yang paling laris manis. Setiap harinya, pengguna bisa mengirim sekitar 389 juta stiker berbayar maupun tidak). Angka ini sama dengan 9 persen total pesan yang dikirim pengguna Line setiap harinya.

(Jek/Cas)