TSM Targetkan Masuk 5 Besar Tim CS:GO Terbaik Dunia

Oleh Yuslianson pada 09 Jun 2016, 16:48 WIB
Diperbarui 09 Jun 2016, 16:48 WIB
Tim TSM
Perbesar
Team SoloMid

Liputan6.com, Jakarta - Digagas oleh Andy Dinh bersama Dan Dinh pada September 2009, SoloMid Team dibentuk dari situs web komunitas bernama SoloMid.Net.

Sebagai salah satu tim eSport terbaik, TSM saat ini diawaki oleh Kory "Semphis" Friesen, Pujan "FNS" Mehta, Timothy "autimatic" Ta, Hunter "SicK" Mims, Russel "Twistzz" Van Dulken, dan Soham "Valens" Chowdhury.

Tekno Liputan6.com berkesempatan untuk mewawancarai tim TSM yang diwakili oleh Kory "Semphis" Friesen dan Pujan "FNS" Mehta melalui Skype di kantor Logitech Indonesia di Jakarta, Selasa (8/6/2016). Berikut ini petikan wawancaranya.

Bisa diceritakan bagaimana kalian mengawali karier sebagai gamer profesional dan bagaimana akhirnya TSM bisa disponsori oleh Logitech G?

Semphis: Sebelum resmi masuk ke TSM, saya sudah berkecimpung di kompetisi olahraga elektronik ini sejak 2012 di beberapa tim eSport lain sebelum akhirnya masuk di TSM. 

Mengenai sponsorship Logitech G, kami sangat berterima kasih karena kami kini punya kantor dan rumah. Pengalaman menarik adalah saat kami berkunjung ke kantor pusat Logitech.

Di sana kami berkesempatan untuk memberi masukan dan ide kepada tim R&D Logitech untuk membuat perangkat-perangkat gaming terbaik.

Bagaimana akhirnya kalian menekuni CS: GO? Sebelumnya pernah main gim apa saja?

FNS: Sebelum main CS: GO (Counter Strike: Global Offensive) saya main CS 1.6 (Counter Strike). Namun, saat teman-teman satu tim mulai beralih ke CS: GO, saya pun ikut beralih.

Beberapa waktu kemudian, saya dan tim mendapat undangan untuk tampil di turnamen ESEA CS 1.6 pada 2015. Selain CS, tidak ada gim lain yang saya mainkan.

Semphis: Sama dengan Pujan, saya awalnya bermain CS 1.6 lalu ke CS: GO hingga saat ini. Gim lain juga pernah saya mainkan, namun saat ini selain CS: GO, saya juga bermain Overwatch.

Kalian memiliki peran masing-masing di dalam tim. Bisa dijelaskan peran dan gaya bermain kalian secara umum?

FNS: Di CS:GO, saya menjadi anggota tim yang support anggota TSM, mulai dari menanam bom di markas musuh hingga hal lainnya. Walau tidak kill banyak lawan, paling tidak saya bisa menjalankan role sebagai support dengan maksimal.

Semphis: Role saya di dalam tim menjadi sniper atau AWPer utama sekaligus game leader. Saya harus mengoordinasikan bagaimana tim bergerak di dalam gim saat sedang berhadapan dengan lawan.

Saat ini kalian sudah bergabung dalam salah satu tim CS: GO terbaik di dunia. Bagaimana perasaan kalian saat ini?

FNS: Sangat seru. Seperti saya sebutkan sebelumnya, saya sudah berkecimpung cukup lama di CS:GO dengan tim profesional lainnya. Namun, akhirnya bergabung dengan salah satu organisasi terkenal seperti TSM sangat membanggakan dan memiliki pengalaman unik.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kiprah sebelum di TSM

TSM Team
Perbesar
Kory "Semphis" Friesen dan Pujan "FNS" Mehta

Sebelum bergabung di TSM, kalian tergabung di dalam tim yang berbeda. Bagaimana kalian bisa bekerja sama satu sama lain, khususnya di dalam latihan dan turnamen?

FNS: Kerja sama dalam sebuah tim membutuhkan proses. Berhubung kita semua datang dari background tim yang berbeda, kita membutuhkan waktu lebih agar bisa saling bekerja sama.

Akan tetapi, dengan semakin sering kita latihan dan terjun dalam turnamen, kerja sama tiap-tiap anggota tim pun semakin solid.

Kalian menyebutkan latihan, berapa lama kalian latihan dalam sehari? Lalu bagaimana tanggapan kalian tentang seorang player harus berlatih berjam-jam untuk bisa memiliki skill yang dapat bersanding dengan pro player?

FNS: Ya, ini merupakan alasan kenapa kita dikumpulkan di dalam satu rumah. Mulanya, CS 1.6 dan CS: GO masih belum banyak tim yang berkompetisi.

Namun, saat ini tim-tim baru dan berbakat pun makin bermunculan di seluruh dunia. Agar tidak ketinggalan dengan tim yang lain, latihan setidaknya 8 hingga 9 jam sehari sangat dibutuhkan untuk seluruh pro player.

Beda lagi saat akan menghadapi turnamen, kita akan menghabiskan waktu lebih dari 10 hingga 11 jam untuk mempersiapkan diri jelang turnamen.

Kalian sudah bermain CS:GO dalam waktu yang cukup lama, kira-kira apa tujuan akhir dalam bermain CS:GO?

FNS: Banyak. Bersama dengan TSM, saya dan tim memasang target untuk masuk ke dalam daftar 10 tim terbaik dunia saat ini. Namun, saat ini kita ingin melalui tahap ke peringkat tersebut selangkah demi selangkah.

Semphis: Tak jauh berbeda dengan Pujan, saya ingin TSM masuk ke peringkat lima besar tim terbaik di dunia. Berhubung kita masih tim baru, jadi setidaknya kita akan berjuang untuk menjadi tim terbaik di regional dahulu.

Bisa kasih tips untuk tim pro di Indonesia yang ingin mengikuti jejak TSM dalam kancah turnamen tingkat dunia?

FNS: Sebisa mungkin bermain dengan teman atau player yang sudah sering bermain bareng dengan kalian. Latihan dalam mode deatchmatch atau apa pun akan memberikan pengalaman tersendiri untuk tiap-tiap player yang memang serius untuk menekuni dunia eSports khususnya CS: GO. 

Ambil contoh Tarik "tarik" Celik (Counter Logic Gaming) dan Jake "Stewie2k" Yip (Cloud9). Keduanya menghabiskan waktu mereka latihan dan berhasil sebagai salah satu player CS: GO terbaik saat ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Peran aksesori gaming

Seberapa penting sih aksesoris gaming untuk player CS:GO?

FNS: Di CS:GO, aksesoris gaming sangat penting sekali. Berbeda dengan gim seperti League of Legends atau DotA 2 yang bisa menggunakan mouse atau keyboard apa pun untuk bisa bermain.

Untuk CS: GO, banyak tim yang memiliki referensi perangkat mouse dan keyboard khusus untuk dapat bermain secara maksimal. Dan Logitech memberikan pengalaman bermain CS: GO dengan maksimal.

Semphis: Saat ini Logitech memiliki perangkat gaming terbaik, dari segi desain hingga sampai dengan teknologi. Berbagai produk Logitech sangat tepat untuk digunakan, baik untuk pro gamer hingga player amatir untuk mendukung performa bermain gim.

Kalian tergabung dalam tim yang terdiri dari enam orang. Pasti akan ada friksi dan debat dari masing-masing player, bagaimana cara kalian mengatasi hal tersebut?

FNS: Setiap tim pasti pernah menghadapi masalah, apalagi beberapa anggota di TSM saat ini masih player muda. Ditambah, kita adalah tim baru dan masih belum mengenal dengan baik satu sama lain dan perdebatan pun pasti akan muncul.

Untuk mengatasi hal tersebut, kita selalu obrolkan masalah itu sekaligus membicarakan bagaimana cara untuk memecahkan masalah yang muncul tiap harinya.

Sebelum mengakhiri obrolan, ada pesan-pesan khusus untuk fans kalian di Indonesia?

Semphis: Saya agak terkejut kalau di Indonesia ada yang tahu tentang kita atau menonton pertandingan kita. Kita hanya bisa mengucapkan terima kasih sudah mendukung dan tetap latihan untuk tingkatkan performa di dalam gim.

(Ysl/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya