Terima Kucuran Dana, Startup Limakilo Berharap Bisa Bantu Petani

Oleh M Hidayat pada 24 Mei 2016, 14:20 WIB
Diperbarui 24 Mei 2016, 14:20 WIB
ilustrasi pendanaan startup
Perbesar
ilustrasi pendanaan startup. foto: techanddesign.ca

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu platform bisnis bagi petani, Limakilo, baru saja menerima kucuran dana dari East Ventures. Startup yang diresmikan Presiden dan Menkominfo tersebut merupakan salah satu startup yang dipercaya dapat mendorong Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia.

Co-founder Limakilo Walesa Danto mengatakan, Limakilo ingin menjawab masalah ketidakstabilan harga komoditas di Indonesia. Kini, baik petani maupun konsumen dirugikan dengan banyaknya tengkulak di antara keduanya.

"Yang terjadi saat ini adalah harga di level petani sangat rendah, sedangkan di level konsumen harganya terus naik. Untuk komoditas bawang merah misalnya, kenaikan harga dari petani ke konsumen bisa mencapai 80 persen," kata Walesa, dalam keterangan resmi yang kami terima.

Tim Limakilo memiliki visi mengembangkan aplikasi Limakilo dari sebuah startup teknologi menjadi social enterprise yang bisa memberi manfaat kepada petani melalui bisnisnya.

Mengenai peran Limakilo dalam memecahkan permasalahan ini, pemerintah pusat pun sudah mengakuinya. Dalam sebuah wawancara sebelumnya, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengungkapkan, "Aplikasi Limakilo itu targetnya penghasilan petani bisa naik 15 persen, harga beli di konsumen bisa turun 15%."

Untuk diketahui, pada 2015 sektor agrikultur menyumbang 15 persen produk domestik bruto Indonesia, atau sekitar US$129 miliar. BMI memperkirakan sektor ini akan bertumbuh di 6.8 persen CAGR (Compound Annual Growth Rate) dari tahun 2016 hingga 2020 mencapai US$179 miliar.

Kemitraan dengan East Ventures ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan bisnis Limakilo. Sebagian besar pendanaan akan digunakan untuk mencapai target kemitraan dengan lebih banyak petani dan perluasan pasar di luar Jakarta pada tahun ini dengan cara menjalin kerja sama dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan melakukan pelatihan aplikasi kepada petani yang tergabung sebagai mitra Gapoktan.

Managing Partner East Ventures Willson Cuaca berujar, "Sejak dari Hackathon tahun lalu, saya melihat tim Limakilo berkembang dengan positif. Selain seluruh tim berkomitmen full time di perusahaan ini, mereka juga melakukan eksekusi yang cepat dan agile."

"Sejalan dengan visi dan fokus East Ventures untuk berinvestasi di kategori agriculture technology dan pertanian, tim Limakilo juga membuktikan kalau ada juga peserta Hackathon yang bisa menjadi bisnis yang sustainable dan investible," sambungnya. 

Limakilo berharap dapat mengefisienkan pola distribusi produk pertanian karena pembeli dan petani bisa dipertemukan langsung.

Dimulai dengan komoditas bawang merah dan melayani area Jakarta yang memiliki potensi konsumsi bawang merah di kisaran 700-1000 ton setiap bulan (sekitar 2 persen dari total konsumsi nasional), Limakilo kini telah bermitra dengan lebih dari 15 petani dari Brebes, Bandung, dan Yogyakarta.

(Why/Isk)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya